DPMPTSP: Investasi Sebesar Rp500 Miliar Bakal Masuk ke Pekanbaru
Selasa, 08-08-2017 - 06:30:05 WIB
 |
| Muhammad Jamil |
Riau12.com-PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini terus menjaring investasi untuk masuk ke Kota Bertuah. Kabarnya, dalam waktu dekat investasi bidang infrastruktur dari sebuah konsorsium nasional dengan estimasi nilai komitmen investasi lebih dari Rp500 miliar akan masuk ke Pekanbaru.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru, M Jamil berkata pihak investor sudah bertanya syarat-syarat dan regulasi berinvestasi di Kota Pekanbaru.
"Komunikasi antara calon investor dengan dengan kita sudah berjalan dalam satu bulan terakhir," kata Jamil
Menurutnya, investor ini telah menyiapkan lahan seluas 8 (delapan) hektare (ha) untuk mewujudkan investasi tersebut. Lahan itu telah disiapkan di jalan Harapan Raya, Kota Pekanbaru, yang merupakan salah satu sentra bisnis.
"Investor tersebut rencananya akan menanamkan modal untuk mengembangkan konsep "one stop living" terdiri dari apartemen, pusat perbelanjaan dan hiburan air atau waterpark," jelasnya.
Investor yang akan menanamkan modalnya tersebut berencana merealisasikan pembangunan pada 2017 ini.
Kata Jamil, Kota Pekanbaru masih menjadi daerah menarik bagi para investor untuk memulai atau melebarkan sayap usaha mereka.Â
Karena itulah sampai kini, nilai komitmen investasi yang masuk ke ibu kota Provinsi Riau tersebut mencapai Rp4 triliun sepanjang semester pertama 2017.
"Hingga semester pertama berakhir, tercatat total nilai komitmen investasi Rp4 triliun lebih," kata Jamil.
"Tahun ini PMA lebih unggul sekitar 65 persen dibanding PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri)," ujarnya.Â
Nilai komitmen investasi terbesar berasal dari sebuah perusahaan konsorsium bergerak dibidang energi yakni PT Medco Energi Internasional Tbk. Total nilai komitmen investasi dari perusahaan tersebut mencapai Rp3,5 triliun, dengan rencana investasi di bidang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Kecamatan Tenayan Raya.
"Terbesar itu Medco, sebesar Rp3,5 triliun. (Investasi) sudah tercatat di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan sudah masuk ke nilai investasi kita," tandasnya.(r12)
Komentar Anda :