www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Realisasi PAD Pekanbaru Hingga Juni 2017 Masih Rendah
Selasa, 04-07-2017 - 09:40:23 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru menyebutkan, Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Juni 2017 masih rendah. Dari 11 sektor pajak di Kota Pekanbaru, baru terkumpul tak kurang dari 25 persen target 2017, sejumlah Rp. 802 M. jumlah PAD yang terkumpul baru mencapai Rp. 204 M.

Hal ini, disampaikan oleh Sekretaris Bapenda Pekanbaru Kendi Harahap terjadi akibat adanya sektor pajak yang over target pada akhir semester I 2017. Seperti, sektor pajak restoran, hiburan, penerangan umum, BPHTB dan PBB serta perhotelan.

"Kalau BPHTB, sudah sampai Rp. 69 M dan menjadi yang paling tinggi sampai saat ini. Sementara, sektor paling rendah adalah pajak walet. Karena, sampai saat ini belum terdata seluruhnya. Wajib pajaknya cuma delapan orang," ungkapnya.

Disampaikannya, realisasi pajak reklame sampai kini masih jauh dari jumlah diharapkan. Target pendapatan dari sektor tersebut pada 2017 mencapai Rp. 98 M dan baru terealisasi hanya Rp. 9,7 M.

Kendi mengaku, kendala terbesar dalam menghimpun pajak sebagai PAD pada sektor tersebut ada data yang sudah tidak lagi akurat.

"Misalnya saja, ada yang masih terdaftar sebagai wajib pajak, tapi kepemilikan objek pajaknya sudah beralih. Nah, ini yang masih menjadi kendala," sampainya.

Dia mencontohkan, untuk pajak reklame masih ada beberapa yang belum bisa tertagih seperti iklan pada tayangan videotron.
‎
Penyebabnya adalah, persyaratan administrasi berupa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) masih belum ada. "Akibatnya, kami tak bisa pungut. Ini kan tugas dari penegak perda untuk menertibkan," terang Kendi.

Menyikapi kondisi rendahnya target PAD yang terhimpun hingga semester I, pihak Bapenda berusaha menyesuaikan realisasi pajak dengan melakukan upgrading data, dan diharapkan dapat selesai pada tahun ini.

"Masalah anggaran jelas sangat kurang dan tidak cukup, karena, masih ada beberapa kegiatan prioritas lain yang juga harus diselesaikan," tukasnya.(r12/tp)



 
Berita Lainnya :
  • Realisasi PAD Pekanbaru Hingga Juni 2017 Masih Rendah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved