Realisasi PAD Pekanbaru Hingga Juni 2017 Masih Rendah
Selasa, 04-07-2017 - 09:40:23 WIB
Riau12.com-PEKANBARU-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru menyebutkan, Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Juni 2017 masih rendah. Dari 11 sektor pajak di Kota Pekanbaru, baru terkumpul tak kurang dari 25 persen target 2017, sejumlah Rp. 802 M. jumlah PAD yang terkumpul baru mencapai Rp. 204 M.
Hal ini, disampaikan oleh Sekretaris Bapenda Pekanbaru Kendi Harahap terjadi akibat adanya sektor pajak yang over target pada akhir semester I 2017. Seperti, sektor pajak restoran, hiburan, penerangan umum, BPHTB dan PBB serta perhotelan.
"Kalau BPHTB, sudah sampai Rp. 69 M dan menjadi yang paling tinggi sampai saat ini. Sementara, sektor paling rendah adalah pajak walet. Karena, sampai saat ini belum terdata seluruhnya. Wajib pajaknya cuma delapan orang," ungkapnya.
Disampaikannya, realisasi pajak reklame sampai kini masih jauh dari jumlah diharapkan. Target pendapatan dari sektor tersebut pada 2017 mencapai Rp. 98 M dan baru terealisasi hanya Rp. 9,7 M.
Kendi mengaku, kendala terbesar dalam menghimpun pajak sebagai PAD pada sektor tersebut ada data yang sudah tidak lagi akurat.
"Misalnya saja, ada yang masih terdaftar sebagai wajib pajak, tapi kepemilikan objek pajaknya sudah beralih. Nah, ini yang masih menjadi kendala," sampainya.
Dia mencontohkan, untuk pajak reklame masih ada beberapa yang belum bisa tertagih seperti iklan pada tayangan videotron.
‎
Penyebabnya adalah, persyaratan administrasi berupa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) masih belum ada. "Akibatnya, kami tak bisa pungut. Ini kan tugas dari penegak perda untuk menertibkan," terang Kendi.
Menyikapi kondisi rendahnya target PAD yang terhimpun hingga semester I, pihak Bapenda berusaha menyesuaikan realisasi pajak dengan melakukan upgrading data, dan diharapkan dapat selesai pada tahun ini.
"Masalah anggaran jelas sangat kurang dan tidak cukup, karena, masih ada beberapa kegiatan prioritas lain yang juga harus diselesaikan," tukasnya.(r12/tp)
Komentar Anda :