Riau12.com-PEKANBARU-Pelabuhan Pasar Bawah Pekanbaru terletak di tepi Sungai Siak dan berjarak 96 mil ke muara sungai, dulunya menjadi sarana transportasi untuk komoditi ekspor seperti kelapa sawit. Selain itu, pelabuhan ini juga menghubungkan Pekanbaru dengan kawasan di pesisir Propinsi Riau seperti Selat Panjang, Bengkalis, Siak Sri Indrapura, Sei Pakning dan lain sebagainya serta kota - kota di Kepulauan Riau, seperti Tanjungpinang dan Batam.
Saat ini, Pelabuhan Pasar Bawah tidak dipergunakan lagi untuk aktifitas kepelabuhanan. Sesuai arahan perencanaan pembangunan melalui Rencana Pengembangan Kawasan Perkotaan Pekanbaru yang merupakan arahan rencana dari Pemerintah Pusat dalam hal ini dari PUPERA (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) bahwa kawasan Pelabuhan Pasar Bawah direncanakan sebagai kawasan komersial dan umum.
Untuk itu PELINDO I mengusulkan agar lahan pelabuhan yang saat ini kosong baik untuk dimanfaatkan dari segi bisnis sebagai area komersial dan di sisi lain sejalan dengan Pemerintah Daerah Kota Pekanbaru memiliki rancangan untuk mengembangkan kawasan waterfront city di sepanjang sungai Siak termasuk di kawasan ex. Pelabuhan Pasar Bawah milik PT. Pelindo I.
Lebih lanjutnya, Pemerintah Kota Pekanbaru memprediksi pengembangan proyek water front city (WFC) atau konsep kota di pinggiran sungai berpotensi menjaring investasi senilai lebih dari setengah triliun (Rp500 Miliar).
"Perkiraan saya (total nilai investasi) setengah triliun rupiah," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muhammad Jamil usai menggelar rapat pembahasan WFC bersama PT Pelindo I (Persero) di Pekanbaru beberapa waktu yang lalu.
Menurut Jamil, pembangunan WFC di tepian Sungai Siak tersebut akan mencakup pembangunan dermaga, jembatan serta hotel bintang tiga, yang seluruhnya akan dikerjakan oleh investor.
Saat ini, Pemerintah Kota Pekanbaru bersama PT Pelindo I telah membentuk tim kecil. Tim itu bertugas melakukan pengembangan aset bekas pelabuhan Pelindo di sekitar Pasar Wisata "Pasar Bawah" Pekanbaru.
"Termasuk juga tanah Pemko di sekitar itu. Nanti kita kembangkan jadi WFC untuk bisnis, wisata, serta dilengkapi perhotelan," ungkapnya.
Jamil bahkan menargetkan tahun 2017 ini seluruh perizinan maupun pendataan aset yang dimiliki oleh PT Pelindo I maupun Pemko Pekanbaru segera tuntas. Sehingga pada 2018 mendatang proses pembangunan dapat segera direalisasikan.
Sementara itu, sejauh ini PT Pelindo I telah menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan konsep WFC bersama Pemerintah Pekanbaru. PT Pelindo mendukung pengembangan kawasan dan sinergi tata ruang yang saat ini dilakukan dengan Pemko Pekanbaru.
"Kita juga ada konsepnya akan bangun kawasan komersial, wisata air, dan perhotelan. Untuk wisata air nanti akan ada kapal yang keliling di Sungai Siak. Kemudian juga ada hotel, kita akan bangun. Minimal bintang tiga," kata Senior Manager Fasilitas PT Pelindo I (Persero) Ferrial.
Ferrial mengatakan konsep yang ditawarkan oleh Pemko Pekanbaru cukup menarik dan dia optimis agar memberikan dampak yang sangat baik dikemudian hari, terutama bagi pengembangan pariwisata.(Adv/Dpmptsp)
Berikut ini adalah beberapa konsep Masterplan yang ditawarkan Pekanbaru Square:

Fungsi Komersial Fungsi komersial yang diusulkan tetap menunjang dan sinergi dengan konsep dan arah perencaaan masterplan kota Pekanbaru yang direncanakan pada sepanjang tepian Sungai Siak untuk menjadi lingkungan kota tepi air atau Waterfront City.
Secara konseptual juga tidak meniadakan esensi dari fungsi sebelumnya bahwa situs ini pernah menjadi pelabuhan dan dimiliki oleh PT. Pelindo I dengan tetap mempertahankan struktur-struktur yang ada dan essential sebagai pelabuhan.
Area-area terbuka di tepian sungai dibentuk dengan pola-pola di lantai dan lansekap, dilengkapi dengan booth-booth untuk komersial dan atap-atap peneduhnya yang tersebar di sepanjang tepian bekas dock kapal.
Fungsi Waterfront
Perencanaan Masterplan Ex. Pelabuhan Pasar Bawah ini juga mengintegrasikan rencana kawasan Waterfront Sungai Siak dengan meneruskan dan berkoordinasi dengan perencanaan Tata Kota tersebut.
Rencana tepian sungai yang adalah kawasan publik tetap diterapkan dalam kawasan ex. Pelabuhan Pasar Bawah ini, dengan membuat ruang-ruang terbuka kombinasi pengolahan hardscape dan landscape dan membuka akses bagi publik orang dan pejalan kaki di sepanjang tepi sungai.
Membuat koneksi ke tepian seberang sungai dengan mengusulkan adanya jembatan pejalan kaki melintas sungai Siak dari dalam kawasan ex. Pelabuhan Pasar Bawah ke seberang sungai yang sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai area komersial juga di dalam jembatan.
Konsep Studi Massa & Aksesibilitas

Massa bangunan yang akan dikembangkan di kawasan Pelabuhan Pasar Bawah ini adalah sebuah massa yang kombinasi dari bentuk linear di area komersial dan vertikal yang dapat diterapkan pada bentuk massa bangunan fungsi hotel agar dapat terlihat dari jauh.
Mengingat kepadatan aktifitas massa di daerah Pasar Bawah diusulkan Jalan Masjid Raya untuk dilebarkan menjadi 2 lajur atau sekitar 7 meter ditambah akses pejalan kaki di kanan kirinya masing-masing 1.5 meter. Demikian pula untuk akses keluar dibutuhkan pelebaran dengan jumlah yang sama, dan untuk akses keluar dimungkinkan untuk dibuat menuju ke arah Pasar Bawah melalui jalan Muhamad Yatim.
Penyediaan parkir di kawasan ini juga diusulkan untuk mengurangi beban kawasan terhadap kebutuhan lahan parkir yang saat ini banyak memenuhi tepian jalan-jalan di sekitar kawasan Pasar Bawah sehingga membuat kawasan menjadi terlihat semakin padat dan ramai dengan arus lalu lintas, adanya usulan bangunan parkir sebanyak 4 lantai.
Konsep Desain Desain Fasilitas

Desain Hotel 1. Hotel yang direncanakan dalam masterplan ini adalah hotel dengan level bintang 3-4 dengan kapasitas kamar mencapai 140 - 180 unit
2. Jumlah lantai yang digunakan dapat mencapai 8 lantai.
3. Tersedia area untuk aktifitas outdoor seperti kolam renang.
4. Tipe kamar yang tersedia adalah kamar Standar sejumlah 140 unit, tipe Deluxe sejumlah 28 unit, dan dimungkinkan untuk 20 unit membuat Suite Room yang dapat berada dekat dan menghadap ke tepi sungai Siak.
Konsep Desain Waterfront Menyediakan area ruang terbuka di tepian sungai yang didukung dengan aktivitas komersial dengan menempatkan beberapa booth komersial untuk food & drink stall.
Membuat restaurant terapung di tepi dermaga sebagai bagian dari atraksi di waterfront sungai Siak khususnya di Pelabuhan Pasar Bawah.
Konsep Shopping Street Membentuk koridor komersial di sepanjang tepian sungai Siak dengan penataan yang lebih modern, rapi, dan nyaman bagi para pengunjung serta memberikan pilihan bagi pengunjung area Pasar Bawah .
Shopping Street ini lebih banyak juga mengakomodir kebutuhan konsumen untuk jenis Food & Beverage, dengan koridor yang menyediakan fasilitas-fasilitas restaurant dan cafe di sisi kanan-kirinya.
Konsep Komersial Lokal Menyediakan layanan komersial yang bersifat lokal dan khas daerah kota Pekanbaru agar pengalaman pengunjung merasa berada di Kota Pekanbaru.
Memasukkan suasana shopping street yang khas di kota Pekanbaru dengan variasi retail goods yang juga khas tapi diolah dengan lebih tertata dan representatif secara langsung akan memberikan pengalaman khusus pengunjung di area Pasar Bawah dengan pengalaman berbelanja di Kota Pekanbaru.
Kebutuhan Areal dan Kapasitas 
Usulan bentuk badan organisasi pengelolaan ex. Pelabuhan pasar bawah 