Walikota Firdaus : Masjid Sebagai Wadah Membangun Masyarakat Madani
Rabu, 31-05-2017 - 10:16:43 WIB
Riau12.com-PEKANBARU-Safari Ramadan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus dilaksanakan tiap malamnya ke kecamatan yang ada di Pekanbaru. Selasa (30/5/2017) malam, Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus ST MT dan Wakil Walikota Pekanbaru, H Ayat Cahyadi SSi, beserta jajarannya melakukan safari Ramadan ke Masjid Amal Maghfiroh, Jalan Lobak Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Tampan.
Kedatangan orang nomor satu di Kota Pekanbaru beserta jajarannya disambut baik oleh masyarakat dan pengurus Masjid Amal Maghfiroh. Hal tersebut ditandai dengan ramainya jamaah yang hadir pada malam itu sampai meluap keluar masjid.
Walikota Pekanbaru, Dr H Firdaus ST MT, mengucapakan terimakasih kerukunan agama yang begitu semarak, hal ini terlihat masyarakat Pekanbaru mulai orang tua hingga anak cucu mengisi Ramadan dengan baik.
"Semoga ini menjadi gambaran masyarakat madani yang sedang kita galakkan," ucap Firdaus.
Selanjutnya, Firdaus mengatakan, mudah-mudahan pengurus Masjid Amal Maghfiroh dapat menjalankan program bagaimana mengfungsikan masjid. "Apalagi pengurusnya seorang akademisi. Walaupun bukan masjid paripurna, pengelolaannya sudah sejalan dengan konsep masjid paripurna yang sedang menjadi kegiatan strategis untuk mengfungsikan masjid sebagai benteng membangun masyarakat madani," tutur Firdaus.
Masjid paripurna itu, lanjutnya, harus melakukan tiga pendekatan dalam pengelolaan dalam pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) baik sebagai jamaah maupun lingkungan.
"Tiga pendekatan tersebut yakni bagaimana meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan ekonomi kerakyatan bagaimana masjid dapat mengelola dana umat dengan pola manajemen berbasis pada interpreiner dengan menghidupkan lembaga keungan syariah untuk menjalankan usaha-usaha yang produktif, dan lingkungan yang berkualitas," ucap Firdaus.
Sehingga, masjid paripurna sebagai pemberi pengaruh dapat diikuti masjid lainnya bagaimana mengubah paradigma masjid yang hari ini pada umumnya hidup dari infaq dan sedekah jamaah.
"Sedangkan masjid paripurna, bagaimana memposisikan masjid dengan tiga pendekatan tadi untuk mebuat pendirian masjid untuk pembinaan umat agar menjadi masyrakat yang berkualitas yang kita sebut masyarakat madani," tambah Firdaus.
Pada saat itu pula, jamaah mengeluhkan banjir yang sering terjadi beberapa waktu belakangan ini padahal tahun-tahun sebelumnya tidak pernah terjadi. Menanggapi itu, Firdaus menjawab, bahwa daerah tersebut adalah dataran rendah dan dulu daerah tersebut adalah rawa.
"Kita pahami bahwa perubahan iklim yang secara global banyak mempengaruhi terhadap cuaca di Indonesia. Mei, Juni ini seharusnya sudah masuk musim kemarau dalam normalnya iklim di Indonesia akan tetapi sekarang masih sering hujan," ucap Firdaus.
Perubahan iklim secara signifikan ini, lanjutnya, membuat Kota-kota di Indonesia mengalami seperti itu. "Bukan saja kita yang dataran rendah dan rawa akan tetapi daerah pegunungan seperti Bandung juga mengalaminya," ujarnya.
"Namun, kita tidak akan menyerah begitu saja. Dengan perubahan iklim itu kita harus lebih cerdas menyikapinya. Dalam membangun negeri itu harus bersama antara ulama, masyarakat, dan pemerintah. Dengan itu kita harapkan semua masyarakat sama-sama peduli dalam mengelola lingkungan. Insyaallah itu bisa kita atasi bersama," harap Firdaus.
Lebih lanjut, Firdaus sudah mengerahkan Dinas PU untuk langkah awal mengirimkan alat berat untuk normalisasi sungai sehingha kapasitas sungai dapat menampung curah air.
"Setiap musim seperti ini kita mengirimkan beberapa alat berat untuk gerak cepat keseluruh daerah yang rawan banjir," ucap Firdaus.(r12/snj)
Komentar Anda :