Disperindag Sebut Perputaran Uang di Terminal BRPS Pekanbaru Mencapai Rp 7 M Per Hari
Senin, 08-05-2017 - 19:32:04 WIB
Riau12.com-PEKANBARU-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru mendata nilai perputaran uang atau transaksi di pasar tradisional yang saat ini berlokasi di Terminal Bandaraya Payung Sekaki mencapai Rp5 miliar hingga Rp7 miliar setiap malam.
"Satu pelaku (usaha) rata-rata Rp30 juta lebih dalam setiap kali transkasi. Sementara di sana terdapat sekitar 300 pelaku usaha," kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman, Senin (8/5/2017).
Atas dasar keamanan, Disperindag Kota Pekanbaru berencana menggandeng pihak perbankkan untuk memfasilitasi setiap transaksi yang terjadi antara pedagang di Teminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) tersebut.
"Saat ini, kita telah melakukan pendekatan dengan dua bank. Yakni ‎bank Mandiri dan BNI. Mereka telah menunjukkan ketertarikannya untuk menfasilitasi seluruh transaksi oleh pedagang di terminal. Namun ini butuh kajian yang lebih dalam lagi, karena seluruh pedagang bukan warga kota Pekanbaru tapi menyeluruh," ungkap Irba.
Menurut Irba, pihaknya baru mengetahui total nilai transaksi tersebut setelah ratusan pedagang dikumpulkan di satu tempat yang sama. Dia berharap pasar Induk dapat segera diselesaikan dan dioperasikan, karena dirinya meyakini akan ada peningkatan nilai transaksi jika sudah berada di satu lokasi yang sama.
"Harapannya pasar Induk dapat segera selesai, karena pasti akan menarik pelaku usaha lainnya bergabung dan Pemerintah dapat mengendalikan harga sembako," ulasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru telah merelokasi sejumlah pedagang sembako tradisional yang tersebar di ibu kota Provinsi Riau tersebut ke Terminal Bandaraya Payung Sekaki (BRPS).
Relokasi dilakukan guna menertibkan pedagang tradisional yang menyebar di sejumlah titik dan disinyalir dapat mengganggu ketertiban lalu lintas, karena mayoritas mereka berjualan di pinggir jalan. Sementara itu, BRPS dipilih karena Kota Pekanbaru hingga kini belum memiliki pasar induk, yang pembangunannya masih terus berlangsung. (r12)
Komentar Anda :