www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Ondee, Ratusan sapi di Pekanbaru Mati dalam Tiga Bulan Terakhir
Minggu, 12-03-2017 - 15:30:27 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mencatat bahwa dalam tiga bulan terakhir sejak Desember 2016 sedikitnya 134 ekor sapi Bali di daerah ini mati akbiat penyakit jembrana.

"Kematian sapi akibat jembrana ini merupakan kasus tertinggi terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir," kata Kadistanak Pekanbaru, El Syabrina, di Pekanbaru, Kamis kemarin.

Menurut El, tingginya kasus penyebaran penyakit jembrana ini antara lain karena banyaknya sapi asal daerah lain, yang terjangkit jembrana, masuk ke Pelanbaru.

Menurut El jika dibandingkan tahun lalu jumlah sapi Bali yang terjangkit jembrana di Pekanbaru meningkat ratusan persen.

"Tahun lalu hanya ada dua ekor yang mati karena jembrana, tidak sebanyak sekarang," katanya lagi.

Untuk mencegah kasus ini lebih meluas lagi, sambung El, Distanak setempat sudah menerbitkan edaran pelarangan perdagangan sapi Bali baik ke dalam maupun ke luar daerah Pekanbaru.

"Ini mencegah penyebarluasan penyakit sapi jembrana," tegas dia.

El menyebutkan larangan lewat edaran ini sudah disampaikan ke semua peternak di Pekanbaru baik mandiri maupun kelompok. Agar mereka waspada dengan menyebaran penyakit yang mematikan ini.

Ia mengindikasikan bahwa penularan jembrana ke Pekanbaru berasal dari daerah sekitarnya yang sudah terjangkit terlebih dahulu seperti Pelalawan atau Siak. Sapi yang sudah terjangkit dijual ke peternak di Pekanbaru dengan harga murah hingga menggiurkan.

Virus jembrana ini, kata El, tidak ubahnya dengan penyakit HIV pada manusia. Pasalnya, sama-sama menyerang sistem kekebalan tubuh, tapi ini pada hewan yakni sapi.
Sapi yang terserang virus jembrana akan mudah sakit dan gangguan pencernaan hingga mati.

"Untuk mencegah penyebaran virus agar tidak lebih luas lagi. Kita sudah memberikan vaksin kepada sapi," ucapnya pula.

Selain itu juga dilakukan sosialisasi bagaimana merawat dan menghindarkan sapi dari penyakit. Pembersihan kandang dan sebagainya.
"Pemberian vaksin virus jembrana ini secara gratis," imbuhnya.(r12/ant)



 
Berita Lainnya :
  • Ondee, Ratusan sapi di Pekanbaru Mati dalam Tiga Bulan Terakhir
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved