Riau12. Com - Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi meminta kabupaten/kota segera mengambil langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok jelang Ramadan demi menjaga daya beli masyarakat.
Respons cepat dan koordinasi yang kuat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar secara virtual dari Ruang Command Center (RCC) Menara Lancang Kuning, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian dari langkah kesiapan Pemerintah Provinsi Riau dalam menghadapi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Karena itu, pengendalian inflasi harus dilakukan secara konsisten dan terukur oleh seluruh pemerintah daerah.
Untuk itu, Syahrial meminta kabupaten/kota untuk lebih peka terhadap perkembangan harga di lapangan, serta segera mengambil langkah antisipatif apabila muncul indikasi kenaikan harga komoditas strategis.
"Pengendalian inflasi tidak bisa ditunda. Daerah harus responsif melihat dinamika harga di pasar dan segera bergerak apabila ada potensi kenaikan, terutama pada komoditas kebutuhan pokok," ujarnya.
Syahrial menyebut, menjelang bulan Ramadan, peningkatan permintaan masyarakat terhadap bahan pokok merupakan hal yang perlu diantisipasi sejak dini. Karenanya, kesiapan daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi akan sangat menentukan stabilitas harga.
"Jangan menunggu harga naik baru bertindak. Langkah pencegahan harus dilakukan lebih awal agar gejolak harga dapat ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga," pesannya.
Selain itu, Syahrial juga menekankan pentingnya peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. TPID diminta tidak hanya mengandalkan data, tetapi juga memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berdampak di lapangan.
Kemudian, Syahrial mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan instansi teknis dan pelaku usaha. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi bahan pokok.
"Koordinasi dan kolaborasi antardaerah menjadi kunci. Dengan kerja bersama, inflasi dapat kita kendalikan dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga," tutupnya.
Komentar Anda :