www.riau12.com
Sabtu, 15-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Sekitar 2.000 Kendaraan Tak Bisa Pajak, Pansus DPRD Riau Bidik Optimalisasi Pendapatan
Selasa, 02-12-2025 - 16:00:10 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Rumitnya proses pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menjadi sorotan Panitia Khusus Optimalisasi Pendapatan DPRD Provinsi Riau. Kondisi ini membuat sekitar 2.000 kendaraan dengan potensi pendapatan Rp1 triliun tidak bisa diserap untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Pansus Optimalisasi Pendapatan, Abdullah, mengungkapkan bahwa banyak masyarakat Riau mengeluhkan kesulitan dalam membayar PKB. Salah satu kendala utama adalah ketentuan alamat yang harus sesuai dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan persyaratan KTP yang harus sinkron dengan data kendaraan.

"Banyak warga yang membeli kendaraan lalu pindah rumah, atau membeli kendaraan bekas namun belum mengganti nama. Akibatnya, meski mereka bersedia membayar pajak, prosedurnya yang rumit membuat mereka mengurungkan niat," ujarnya, Selasa, 2 Desember 2025.

Abdullah menambahkan bahwa pihaknya telah mengundang akademisi untuk membahas permasalahan ini. Ia menekankan bahwa di era digital saat ini, seharusnya proses pembayaran pajak tidak terlalu berbelit dan bisa lebih mudah diakses masyarakat.

Lebih lanjut, Pansus DPRD Riau akan membahas masalah ini lebih mendalam bersama seluruh anggota. Tujuannya adalah menemukan solusi praktis yang kemudian akan dijadikan rekomendasi resmi kepada Pemerintah Provinsi Riau.

"Kami akan bahas lebih lanjut, dan solusi-solusi yang kami dapatkan akan kami sampaikan kepada Pemprov Riau sebagai rekomendasi," pungkas Abdullah.

Dengan adanya langkah ini, diharapkan proses pembayaran PKB bisa lebih sederhana, sehingga potensi PAD sebesar Rp1 triliun dapat terserap maksimal untuk pembangunan daerah.

 




 
Berita Lainnya :
  • Sekitar 2.000 Kendaraan Tak Bisa Pajak, Pansus DPRD Riau Bidik Optimalisasi Pendapatan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved