www.riau12.com
Sabtu, 15-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Pembahasan RAPBD 2026 Pekanbaru Terancam Molor, DPRD Belum Terima Draf KUA-PPAS
Rabu, 22-10-2025 - 14:56:37 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Murni Kota Pekanbaru tahun 2026 terancam molor. Hingga memasuki pekan keempat Oktober, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru belum juga menerima draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Kondisi ini membuat waktu pembahasan menjadi sangat terbatas. Padahal, sesuai ketentuan, pengesahan APBD Murni 2026 harus dilakukan paling lambat 30 November mendatang. Artinya, DPRD hanya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk melakukan pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Sampai hari ini kita belum menerima KUA-PPAS 2026. Padahal kita sudah ingatkan sejak lama,” ujar Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pekanbaru, Roni Amriel, Rabu (22/10/2025).

Menurut Roni, DPRD Pekanbaru bahkan telah melayangkan surat peringatan resmi kepada Pemko agar segera menyerahkan draf KUA-PPAS tersebut. Tanpa dokumen itu, legislatif tidak bisa memulai pembahasan karena belum mengetahui arah kebijakan, prioritas program, dan alokasi anggaran yang akan diajukan oleh Pemko untuk tahun anggaran 2026.

Keterlambatan penyampaian ini menjadi perhatian serius, terlebih APBD 2026 diperkirakan menghadapi tantangan berat akibat pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat sebesar Rp 434 miliar. Berdasarkan perkiraan sementara, nilai APBD Murni 2026 hanya akan mencapai sekitar Rp 2,5 triliun, turun signifikan dari APBD Perubahan 2025 yang mencapai Rp 3,210 triliun.

“Waktu satu bulan lebih ini sebenarnya tidak cukup untuk membahas APBD Murni secara maksimal. Apalagi, sesuai aturan, draf KUA-PPAS seharusnya sudah dikirimkan sejak Juli lalu,” tegasnya.

Secara kelembagaan, lanjut Roni, DPRD berharap Pemko Pekanbaru segera menyerahkan draf KUA-PPAS 2026 paling lambat dalam pekan ini. Dengan begitu, proses pembahasan dapat segera dilakukan agar tidak menghambat siklus pengesahan APBD tahun depan.

“Kalau terlambat lagi, dampaknya bisa sangat serius. Program dan kegiatan 2026 bisa terganggu,” tutup Roni Amriel.





 
Berita Lainnya :
  • Pembahasan RAPBD 2026 Pekanbaru Terancam Molor, DPRD Belum Terima Draf KUA-PPAS
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved