www.riau12.com
Sabtu, 15-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Pengemis di Pekanbaru Raup Rp18 Juta per Bulan, Pemko Siapkan Operasi Besar-besaran
Selasa, 07-10-2025 - 16:00:06 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Fenomena mencengangkan terungkap di Kota Pekanbaru. Hasil simulasi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menunjukkan, pengemis di persimpangan lampu merah bisa meraup penghasilan hingga Rp18 juta per bulan.
Asisten I Setdako Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengungkapkan, perhitungan itu dilakukan berdasarkan durasi lampu merah yang rata-rata berlangsung dua menit.

“Kalau dalam satu jam ada 30 kali lampu merah, dan setiap dua menit minimal mereka mendapat Rp2.000, maka satu jam bisa dapat Rp60.000. Kalau sepuluh jam mengemis sehari, berarti Rp600.000 per hari. Dikalikan 30 hari, hasilnya Rp18 juta per bulan,” jelas Masykur, Senin (7/10/2025).

Menurutnya, angka tersebut menggambarkan bahwa aktivitas mengemis di Pekanbaru telah berubah menjadi “pekerjaan” yang menggiurkan bagi sebagian orang.

“Mereka sudah terbiasa dengan pola meminta-minta. Daripada bekerja keras, mereka lebih memilih mengemis karena hasilnya cepat dan besar,” ujarnya.
Masykur menegaskan, permasalahan ini tidak bisa diatasi hanya dengan penertiban di lapangan. Diperlukan perubahan pola pikir baik dari pengemis maupun masyarakat.

 â€œYang paling penting adalah kesadaran warga agar tidak memberi di lampu merah. Kalau masyarakat berhenti memberi, otomatis mereka tidak akan bertahan di sana,” tegasnya.

Saat ini, Pemko Pekanbaru tengah menyiapkan operasi penertiban lintas sektor yang melibatkan Dinas Sosial, Satpol PP, dan aparat kepolisian untuk menangani gelandangan dan pengemis (gepeng) di wilayah kota.

“Masalah ini tidak bisa dibiarkan. Kota besar seperti Pekanbaru harus tertib dan nyaman, tanpa praktik mengemis di ruang publik,” tutup Masykur.




 
Berita Lainnya :
  • Pengemis di Pekanbaru Raup Rp18 Juta per Bulan, Pemko Siapkan Operasi Besar-besaran
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved