www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Diskes Pekanbaru Ingatkan Waspada Skabies, Kenali Gejala dan Cara Penularan
Sabtu, 21-06-2025 - 15:48:38 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Fira Septiyani mengajak masyarakat untuk waspada penyakit kulit, seperti Skabies. 

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, yang menyebabkan penderitanya mengalami gatal-gatal ekstrem dan kudisan.
Tungau tersebut biasa ditemukan pada lingkungan rumah, seperti kasur, selimut, bantal dan pakaian orang yang terinfeksi. Skabies juga dapat menular karena kontak langsung dengan penderita Skabies.

Ia menjelaskan, Skabies termasuk dalam 144 penyakit yang bisa diobati di Puskesmas. 
Pihaknya mendorong masyarakat untuk segera datang ke Puskesmas jika merasakan gejala Skabies sebelum penyakit tersebut menjadi lebih parah.

Meski cenderung sepele dan hanya menyebabkan gatal-gatal, namun Skabies dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena rasa gatal menyebabkan sulit tidur dan konsentrasi.
"Selama ini Puskesmas selalu melakukan terapis kepada penderita Skabies yang datang ke Puskesmas. Ada obat-obatan yang memang sudah kita sesuaikan jumlahnya dengan rata-rata kunjungan pasien," ujarnya, Jumat (20/6/2025).

Selain itu, ia menjelaskan Diskes Pekanbaru memberikan atensi lebih akan penularan Skabies pada siswa sekolah dan pesantren. 

Melalui Puskesmas dan koordinasi bersama pihak-pihak terkait, pemeriksaan Skabies sering dilakukan kepada sekolah-sekolah.
"Kita fokus ke sekolah-sekolah ke tingkat SD dan pesantren. Karena mereka belum maksimal dalam menerapkan higiene sanitasi (upaya menjaga kebersihan dan kesehatan). Penularan pada tingkat siswa juga menjadi lebih tinggi persentasenya karena mereka sering melakukan kontak satu sama lain ketika bermain," pungkasnya dilansir dari Pekanbaru.go.id. (***)

Sumber: Halloriau 




 
Berita Lainnya :
  • Diskes Pekanbaru Ingatkan Waspada Skabies, Kenali Gejala dan Cara Penularan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved