www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Hingga Juni 2025, Ditemukan Hampir 200 Kasus HIV di Pekanbaru, 80 Diantaranya Penyuka Sesama Jenis
Jumat, 13-06-2025 - 15:58:13 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU-Riau12.com- Sejak awal tahun hingga Juni 2025, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat 191 kasus infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, dr Fira Septiyanti, menyebut, data ini menunjukkan bahwa penyebaran HIV masih menjadi masalah kesehatan yang patut diwaspadai, meskipun belum ada laporan kasus AIDS yang masuk tahun ini.

Menurut dr Fira, mayoritas penderita adalah laki-laki yang berada dalam rentang usia produktif, yakni 25 hingga 49 tahun. Berdasarkan pekerjaan, kasus terbanyak ditemukan pada karyawan swasta dan pelaku usaha mandiri (wiraswasta).

"Penderita paling banyak berasal dari kalangan laki-laki usia produktif, dan secara pekerjaan, didominasi karyawan swasta dan wiraswasta,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).
Dari total 191 kasus, 82 di antaranya merupakan kelompok dengan orientasi seksual sesama jenis (homoseksual), yang selama ini menjadi salah satu kelompok risiko tinggi penularan HIV.

Dinas kesehatan juga mengidentifikasi adanya kasus HIV pada anak-anak, termasuk balita di bawah usia 4 tahun. Menurut dr Fira, penularan pada anak umumnya terjadi dari ibu yang telah lebih dulu terinfeksi.

“Penularan biasanya terjadi sejak dalam kandungan, ketika sang ibu mengidap HIV. Misalnya ibu sering berganti pasangan dan tidak menyadari bahwa dirinya membawa virus, lalu menularkannya ke janin,” jelasnya.

Dalam upaya pencegahan dan pengendalian, Dinkes terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai HIV/AIDS. Pemeriksaan atau tes HIV juga terus didorong, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi.
"Kesadaran untuk melakukan tes HIV sejak dini sangat penting. Jika diketahui lebih awal, pengobatan bisa segera dilakukan untuk menekan perkembangan virus," tegas dr Fira.

Dinas Kesehatan berharap masyarakat lebih terbuka terhadap isu ini dan tidak ragu untuk memeriksakan diri, agar penularan bisa ditekan dan kualitas hidup penderita dapat terjaga.

"Pentingnya menjaga prilaku seksual yang sehat dengan menghindari seks bebas dan skirining HIV pada Ibu Hamil untuk mengetahui penularan dari Ibu kepada Bayi sedini mungkin," tukasnya.(***)

Sumber: Cakaplah 




 
Berita Lainnya :
  • Hingga Juni 2025, Ditemukan Hampir 200 Kasus HIV di Pekanbaru, 80 Diantaranya Penyuka Sesama Jenis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved