www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Temuan Ombudsman Riau di RS Jiwa Tampan, Antrian Pasien Bisa 2 - 3 Jam
Kamis, 08-05-2025 - 15:15:51 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- PEKANBARU - Ombudsman perwakilan Riau menemukan lamanya antrian penanganan pasien di Rumah Sakit (RS) Jiwa, Tampan, Pekanbaru, Riau.

Pihak Ombudsman Riau menemukan antrian pasien yang cukup lama. Satu pasien bisa menunggu 2 - 3 jam untuk gilirannya.

Temuan ini didapat kala melakukan kunjungan pada Rabu pagi (7/6/2025).

Kepala Perwakilan Ombudsman Riau, Bambang Pratama sendiri yang memimpin kunjungan bersama staf.

Tiba di rumah sakit, sang Dirut dr Prima Wulandari serta jajaran wakil direktur untuk mendampingi rombongan dalam rangka melihat pelayanan publik di rumah sakit ini.

"Ini kan sudah kelamaan. Seharusnya waktu tunggu satu pasien itu 60 menit," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Riau, Bambang Pratama dalam rilis yang diterima Tribunpekanbaru.com, Kamis (8/5/2025).

Diterangkannya, temuan tersebut terjadi pada layanan rawat jalan. Setiap hari, jumlah pasien rawat jalan yang datang sekitar 30 - 40 pasien. Dengan jumlah dokter yang menangani sebanyak 6 orang.

Dengan jumlah dokter berbanding jumlah pasien, katanya, seharusnya waktu tunggu pasien bisa 60 menit. Pihaknya pun mendorong agar RS Jiwa Tampan terus meningkatkan layanan.

"Dari waktu tunggu 2-3 jam, ditekan menjadi 1,5 jam dan ditekan lagi menjadi 1 jam. Kita minta secara perlahan saja," ucapnya.

Ia mengakui ada kekurangan dokter di RS Jiwa namun untuk dokter umum. Jumlah perawat juga dinilai masih kurang. Sebab apabila malam hari, perbandingan perawat yang menjaga pasien yakni 2 berbanding 20 pasien.

Bambang juga menyinggung soal pasien yang disebut bunuh diri pada Jumat dua pekan lalu (25/4/2025).

Pasien tersebut yakni Ahmad Nurhadi. Keluarga pasien sendiri melaporkan kasus ini ke pihak Ombudsman Riau.

Ia mengakui kedatangan ke rumah sakit ini juga terkait dengan laporan tersebut. Namun, katanya, kunjungan ke RS Jiwa ini sudah dijadwalkan sebelum ada laporan tersebut.

Terkait kasus bunuh diri pasien tersebut, ia menyoroti sarana san prasarana yang ada di rumah sakit, khususnya ruang Unit Perawatan Intensif Psikiatri (UPIP). Ruangan ini biasanya untuk pasien yang baru tiba.

Ombudsman menyoroti kondisi ruangan yang belum ideal dan petugas (dokter dan perawat) yang juga belum ideal.

"Ombudsman dalam waktu dekat akan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terkait meninggalnya pasien di ruangan UPIP," katanya.

Ia juga meminta agar RS Jiwa Tampan fokus pada pelayanan kejiwaan. Sebab saat ini ia melihat rumah sakit ini mulai menangani pelayanan umum yang nantinya dikhawatirkan pelayanan kejiwaan agar mulai terkikis.

Di rumah sakit ini, katanya, pelayaaan non kejiwaan ada 10. Salah satunya yakni gigi. Ia pun menyoroti banyaknya dokter gigi di rumah sakit ini.

Dikatakan, saat ini ada 11 Dokter gigi yang bertugas di Rumah Sakit.  Sedangkan pasien yang berobat 3 sampai 5 dalam sehari.

"Ini kan (jumlah dokter gigi) sudah kebanyakan. 11 dokter gigi melayani 3 sampai 5 pasien perhari. Kondisi ini juga terjadi di (RS) Arifin Ahmad dan Petala Bumi," katanya.

"Harapan kami, rumah sakit ini fokuslah ke pelayanan kejiwaan, rawat inap dan rawat jalannya. Apalagi pasien dari Sumut juga ada dirawat," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga menemukan over kapasistas pasien yang rawat inap. Sesuai dnegan kamar yang tersedia, katanya, pasien yang rawat inap maksimal 284 pasien.

Namun nyatanya, saat ini jumlah pasien yang rawat inap sebanyak 324 pasien. Akibatnya, ada kamar yang diisi 4 bahkan 8 pasien.

"Seharusnya satu kamar itu diisi 2 pasien. Ini kan sudah over kapasistas," ujarnya.

Pihaknya pun akan terus memberikan  masukan bahkan pendampingan ke pihak RS Jiwa Tampan agar pelayanan ke pasien meningkat. Terutama terkait tata kelola pelayanan (***)

Sumber: Tribunpekanbaru



 
Berita Lainnya :
  • Temuan Ombudsman Riau di RS Jiwa Tampan, Antrian Pasien Bisa 2 - 3 Jam
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved