Revitalisasi Pasar Bawah Lamban, Anggota DPRD Pekanbaru Ini Salahkan Aksi Protes dan Demo Pedagang
Rabu, 19-02-2025 - 15:58:55 WIB
PEKANBARU -Riau12.com - Pedagang yang berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Wisata Pasar Bawah mengeluhkan sepinya pengunjung pasca revitalisasi.
Selain itu,pedagang juga mengeluhkan biaya listrik dan sampah sebesar Rp 500 ribu per bulan dan revitalisasi Pasar Bawah yang tak kunjung selesai.
Menanggapi itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Fathullah mengatakan keterlambatan penyelesaian revitalisasi Pasar Bawah bukan sepenuhnya kesalahan pihak ketiga. Dikatakannya, keterlambatan juga disebabkan aksi protes dari para pedagang yang dulunya merasa keberatan dengan pengerjaan revitalisasi pasar bawah.
"Jadi revitalisasi pasar bawah itu bukan lambat sebenarnya, tapi gara pedagang dulu pernah protes dan demo, tentu kontrak belum diteken. Makanya kemaren kalau tidak demo, pasar bawah mungkin sudah selesai. Jadi jangan salahkan pihak ketiga, kita harus koreksi diri sendiri, kalau lambat teken surat nya, tentu lambat juga siapnya," ungkap Fathullah, Rabu (19/2/2025).
Fathullah menegaskan penyelesaian revitalisasi Pasar Bawah harus menjadi prioritas karena pasar bawah merupakan ikon wisata belanja di Pekanbaru.
"Pasar bawah ini sebenarnya wajib cepat selesai, karena itu pasar wisata, orang berlomba-lomba datang ke Pekanbaru pasti tujuannya berbelanja ke pasar bawah, karena disana murah dan juga lengkap," jelasnya.
Ia juga meminta para pedagang untuk bersabar selama proses revitalisasi masih berlangsung. Menurutnya pedagang juga tidak boleh saling menyalahkan antara pedagang, pengelola dan pihak ketiga.
"Kita harap pedagang bersabar dulu, karena sekarang kan sedang proses pembangunan, pembangunan kan jalan terus, kita bisa lihat kesana. Jadi jangan saling menyalahkan antara kita dan pihak ketiga, yang penting pihak ketiga bagaimana caranya kita desak juga pasar bawah itu cepat selesai, di sini kita saling menghargai saja," pungkasnya.(***)
Sumber: Cakaplah
Komentar Anda :