www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Tekan Angka Stunting di Pekanbaru, BAAS Libatkan Semua OPD dan Pihak Swasta
Senin, 26-08-2024 - 11:07:05 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU- Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasuton yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menyebutkan, pemerintah pusat menginstruksikan daerah agar memprioritaskan penanganan stunting di daerah masing-masing. Dan untuk itu, banyak aksi yang sudah dilakukan Pemko Pekanbaru. 

Seperti membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan. Kemudian melakukan audit kasus stunting dan pelaksanaan program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS). 

”Untuk program ini (BAAS, red), kami melibatkan semua OPD yang ada di lingkungan Pemko Pekanbaru, termasuk juga jajaran forkopimda untuk menjadi bapak asuh anak stunting. Pihak swasta dan BUMN juga turut kita libatkan. Sehingga penanganan stunting ini bisa berkelanjutan dan diatasi bersama,” sambungnya.

Lanjut Sekko, juga dilaksanakan pengawalan intervensi serentak, pendampingan kepada keluarga berisiko stunting dengan memberikan KIE, fasilitasi layanan rujukan, fasilitasi bansos, membentuk DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting). Serta menggelar rembuk stunting Kota Pekanbaru dan melaksanakan mini lokakarya di setiap kecamatan dalam upaya percepatan penurunan stunting. 

”Dari berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru, hasilnya kasus stunting di Pekanbaru sudah menurun,” ungkapnya. 

Dia katakan, hasil prevalensi stunting di Pekanbaru di tahun 2013 lalu yang mencapai 34,7 persen, di tahun 2023 sudah turun menjadi hanya 8,7 persen. ”Angka ini berpedoman pada riset kesehatan dasar, Survei Status Gizi Indonesia dan Survei Kesehatan Indonesia,” sebutnya.

Ia juga menjelaskan, ada beberapa hal pemicu terjadinya kasus stunting di wilayah Kota Pekanbaru. Antara lain akibat rendahnya asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan sehingga nutrisi yang masuk tidak optimal. 

Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena pola makan, pola asuh, penyakit penyerta dan ekonomi. Selain itu juga karena masih kurangnya akses rumah tangga atau keluarga ke makanan bergizi seimbang. 

”Jadi ada juga di antaranya yang disebabkan sakit infeksi berulang, buruknya fasilitas sanitasi serta minimnya akses air bersih dan kurangnya kebersihan lingkungan,” ujarnya.(***)

Sumber: Riaupos



 
Berita Lainnya :
  • Tekan Angka Stunting di Pekanbaru, BAAS Libatkan Semua OPD dan Pihak Swasta
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved