www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Tak Ada Penyelewengan, Pemprov Riau Pastikan Dana PI Blok Rokan Rp3,5 T Sesuai Aturan
Sabtu, 24-08-2024 - 08:51:03 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memastikan mekanisme dan proses administrasi hingga penyaluran dana PI 10 persen sudah sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

Ini ditegaskan menyikapi informasi tudingan yang menyebutkan ada penyelewengan dalam administrasi dan pengelolaan anggaran triliunan tersebut.

Kepala Biro Hukum Setdaprov Riau Yan Darmadi menegaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan kajian untuk menentukan sikap Pemerintah Provinsi Riau terkait informasi yang tidak benar tersebut.

"Pertama informasi yang menyatakan bahwa Sekdaprov Riau SF Hariyanto menyelewengkan dana Partisipasi Interes (PI) 10 persen," kata Yan Dharmadi, Jumat (23/8/2024).

Jika informasi tak benar itu terus berkembang, dikatakan Yan Dharmadi bukan tidak mungkin Pemprov Riau akan melaporkan ke aparat penegak hukum.

"Karena hal ini dinilai sudah berhubungan dengan pandangan negatif terhadap citra pimpinan," katanya.

Ia menambahkan, Sekdaprov Riau SF Hariyanto yang pada saat itu menjabat sebagai Pj Gubernur Riau justru memerintahkan agar BUMD Riau Petroleum menyalurkan setoran dividen untuk Pendapatan Asli Daerah melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) yaitu Bank Riau Kepri Syariah (BRKS).

"Dapat kami sampaikan bahwa setoran dividen yang diterima oleh Pemprov Riau dengan ditempatkan melalui rekening bank Riau Kepri Syariah yaitu pada akhir Desember 2023 senilai Rp800.000.000.000. Kemudian pada Mei 2024 senilai Rp499.000.000.000. Kan jelas sudah terang benderang, kita selalu transparan untuk persoalan PI ini," sambung Yan Darmadi.

Sementara itu, Asisten 2 Setdaprov Riau M Job Kurniawan juga menyampaikan hal yang sama. Disebutkannya, tudingan yang disampaikan sungguh tidak mendasar dan merupakan informasi hoaks. Menurutnya, setiap proses administrasi sampai penyaluran anggadan PI 10 persen sudah sesuai mekanisme yang berlaku.

"Jadi ini penting untuk ditegaskan. Informasi yang menyebutkan soal adanya penyelewengan itu sangat tidak mendasar," paparnya.

Saat ditanyakan mengenai alur dan prosedur pendapatan PI 10 persen dan Deviden ke Provinsi Riau, ia menerangkan dimulai ketika Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyetujui pengalihan oarticipating Interest (PI) sebesar 10 persen dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi Riau melalui anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Riau Petroleum yaitu PT Riau Petroleum Rokan (RPR). Persetujuan pembayaran PI 10 persen dari Wilayah Kerja (WK) Rokan ini tertuang dalam surat Nomor T 817/MG.04/MEM/2023 tanggal 4 Oktober 2023 dengan Hal Persetujuan Pengalihan partisipasi Interes 10 persen di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Dengan demikian, susunan pemegang PI di WK Rokan yakni, PT PHR sebanyak 90 persen dan Provinsi Riau melalui anak Perusahaan BUMD Riau Petroleum yaitu PT RPR sebanyak 10 persen.

Sedangkan untuk pencairan dana PI 10 persen tersebut dilakukan secara bertahap. Dimulai Tahap I untuk periode operasi PHR 9 Agustus 2021 hingga 31 Desember 2023 dicairkan pada 13 Desember 2023. Selanjutnya, pencairan Tahap II yang merupakan periode operasi PHR 1 Januari 2023 hingga 30 Oktober 2023 dilakukan tanggal 27 Desember 2023.

Kemudian, dana PI 10 persen dari WK Rokan yang banyak memberikan manfaat untuk daerah ini ditransfer oleh operator PT PHR ke PT RPR melalui rekening bank Mandiri. Rekening bank Mandiri ini merupakan syarat administrasi dari operator migas untuk mempermudah proses pencairan dana karena jumlah yang masuk nilainya sangat besar, yaitu Rp 3,5 triliun.

Namun, dana tersebut setelah masuk ke rekening perusahaan RPR kemudian disetorkan kepada pemegang saham, yaitu ke PT Riau Petroleum dan lima BUMD kabupaten diantaranya PT Bumi Laksamana Jaya, PD Sarana Pembangunan Rokan Hilir, PT Siak Pertambangan dan Energi, PD Kampar Aneka Karya dan Perumda Rokan Hilir.

"Dapat kami sampaikan bahwa PT RPR telah melakukan setoran dividen ke pemegang saham pada Tahap I dan Tahap II Tahun 2023 melalui rekening Bank Riau Kepri Syariah. Yaitu kepada BUMD PD Sarana Pembangunan Rokan Hilir, dan PT Siak Pertambangan dan Energi. Kemudian, Riau Petroleum sebagai perusahaan induk RPR juga telah menyetorkan dividennya kepada pemegang saham utama, yaitu pemerintah Provinsi Riau dan BUMD PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER)," urainya.

Adapun rekening tujuan ke pemegang saham Riau Petroleum yaitu ke Pemprov Riau melalui rekening Bank Riau Kepri Syariah atas nama BUD Pendapatan Asli Daerah. Sebagai BUMD unggulan Pemprov Riau, Riau Petroleum telah melaksanakan kewajibanya untuk melakukan setoran dividen dengan melibatkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yaitu Bank Riau Kepri Syariah (BRKS).

Sebagaimana diketahui, kucuran dana PI 10 persen dari WK Rokan ini telah digunakan oleh Pemprov Riau sepenuhnya untuk pembangunan daerah.

"Seperti program prioritas pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, peningkatan pelayanan kesehatan, dan pengembangan UMKM. Inilah anfaat dari dana PI tersebut, prioritas program yang telah dilaksanakan langsung irasakan manfaatnya oleh masyarakat," terangnya lagi.

Selain itu, Pemprov Riau melalui Pj Gubernur Riau saat itu SF Hariyanto telah menargetkan BUMD Riau Petroleum menjadi perusahaan yang bisa diandalkan sebagai penyetor dividen terbesar ke pemprov Riau. Kemudian Riau Petroleum diminta agar bekerjasama dengan investor untuk membangun pabrik pipa minyak. Selanjutnya Riau Petroleum juga akan membangun SPBU di rest area toll Pekanbaru-Dumai dan toll Pekanbaru-Bangkinang. Kemudian yang terakhir, Riau Petroleum diharapkan mendirikan anak perusahaan dibidang pangan.(***)

Sumber: halloriau



 
Berita Lainnya :
  • Tak Ada Penyelewengan, Pemprov Riau Pastikan Dana PI Blok Rokan Rp3,5 T Sesuai Aturan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved