Riau12.com-PEKANBARU - Aksi vandalisme kembali marak di Kota Pekanbaru, sejumlah halte bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) menjadi target utama.
Tidak hanya dicoret-coret menggunakan cat semprot, kaca-kaca di beberapa halte tersebut juga ditemukan pecah, bahkan ada yang nekat mencuri bingkai kaca dari halte tersebut.
Salah satu halte yang menjadi korban aksi vandalisme ini terletak di depan Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri (BRK) Syariah, sebuah lokasi strategis di jalan protokol Kota Pekanbaru.
Kondisi halte tersebut tampak memprihatinkan dengan kaca yang pecah dan hilangnya bingkai aluminium di beberapa bagian.
Coretan-coretan yang merusak fasilitas ini juga menambah kesan kumuh pada halte, yang seharusnya menjadi tempat nyaman bagi para pengguna transportasi umum.
"Kerusakan ini jelas disebabkan tangan-tangan tidak bertanggungjawab. Kami sangat menyesalkan aksi seperti ini," ujar Kepala UPT Pengelolaan Angkutan Perkotaan (PAP) Kota Pekanbaru, Sarwono dilansir tribunpekanbaru.com, Selasa (13/8/2024).
Sarwono mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan kasus vandalisme ini kepada pihak berwajib.
Dugaan sementara, aksi perusakan ini dilakukan oleh anggota geng motor yang sering berkeliaran di kawasan tersebut.
"Kami mencurigai aksi ini dilakukan oleh geng motor, mengingat modus operandi dan jenis kerusakan yang ditimbulkan. Ini bukan hanya merusak halte, tetapi juga sejumlah fasilitas umum lain di sekitarnya," tambah Sarwono.
Kerusakan yang terjadi pada halte-halte ini tentunya berdampak pada kenyamanan pengguna bus TMP, khususnya mereka yang rutin menggunakan transportasi massal ini setiap hari.
"Kondisi halte yang rusak dan penuh coretan tentu mengganggu kenyamanan para pengguna jasa bus TMP," jelas Sarwono.
Menanggapi kerusakan tersebut, pihak UPT PAP telah melakukan sejumlah perbaikan. Dari total 142 unit halte yang ada di Kota Pekanbaru, beberapa sudah dirapikan agar dapat kembali digunakan dengan nyaman oleh masyarakat.
"Sebagian sudah kita rapikan, terutama yang kondisinya paling parah dan mengganggu kenyamanan penumpang bus TMP," terang Sarwono.
Aksi vandalisme ini tidak hanya merugikan pemerintah daerah yang harus menanggung biaya perbaikan, tetapi juga masyarakat yang sehari-harinya bergantung pada fasilitas umum tersebut.
Pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap pelaku dan memberikan rasa aman bagi warga Kota Pekanbaru.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih peduli terhadap fasilitas umum dan melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat aksi vandalisme atau kegiatan mencurigakan lainnya di sekitar mereka.
"Kami sangat berharap kerjasama dari masyarakat dalam menjaga fasilitas umum ini," pungkas Sarwono.(***)
Sumber: halloriau
Komentar Anda :