Eratkan Silaturrahmi, Kapolri dan Panglima TNI Tekankan Sinergitas dan Solidaritas TNI Polri
Jumat, 20-04-2018 - 13:55:15 WIB
Riau12.com-PEKANBARU-Kapolri Jenderal Pol M Tito Karnavian dan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto kunjungi Riau, Jum'at (20/04/18). Kunjungan ini bertujuan untuk tingkatkan Sinergitas dan Solidaritas TNI Polri.
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan kunjungan ini merupakan rencana tugas yang memang berkunjung di berbagai daerah se-Nusantara. "Ini adalah upaya kita untuk mempererat silaturahmi dan bertatap muka langsung kepada prajurit TNI dan Polri. Dimana sillaturahmi bertujuan untuk meningkatkan sinergitas serta solodaritas antara TNI dan Polri," katanya.
Selain bersillaturahmi, gelaran ini juga sebagai wadah informasi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menunjang tugas-tugas Polri dan TNI. "Sinergitas dan solidaritas dapat memberikan dampak yang positif yakni menciptakan suasana yang aman dan nyaman bahkan mencegah terjafinya gangguan di tengah masyarakat. Sebeb selian antara Polri dan TNI, sinergitas juga terlaksana di ranah masyarakat baik itu tokoh agama dan tokoh masyarakat," tambahnya.
Sementara, mencermati perkemangan saat ini yang masuk dalam revolusi industri dengan ditandai inovasi yang sangat luar biasa, tentu TNI dan Polri perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan. "Ancaman sekarang sudah berubah, dulu ancaman dari luar , namun saat ini ancaman muncul dari berkembangnya teknologi. Ancaman ini tidak dapat kita prediksi sebab menjadi ancaman global. Diantaranya yakni ancaman cyber, ancaman birokis, dan ancaman kesenjangan," paparnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Pol M Tito Karnavian menambahkan, ancaman cyber kini lebih berbahaya dibandingkan ancaman dari luar. Sebab langsung mengarah ke individu masyarakat. "Era cyber cangkupannya sangat luas, sebab ranah ini menggunakan Big Data yang sangat banyak sekali. Salah satunya yakni dunia Medsos yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu," katanya.
Tambahnya, menggunakan ancaman cyber ini justru lebih mudah dalam menguasai suatu negara. Tak perlu kapal perang atau kontak langsung, bahkan juga tak perlu berkunjung ke negara yang hendak dikuasai tersebut. Hanya menggunakan berita hoax dan ujaran kebencian dalam mempengaruhi masyarakat. Untuk itu, Ia mengajak masyarakat memerangi berita hoax bahkan juga ujaran kebencian yang mengatas namakan etnis, agama dan sebagainya.
Dalam kesempatan ini Kapolri dan Panglima TNI juga menegaskan kepada prajurit TNI Polri untuk ikut mengamankan pesta demokrasi. Pihaknya juga telah menandatangi MoU dengan menyepakati dalam menjamin kelancaran, keamanan baik dalam masa kampanye hingga penetapannya. Sementara khusus untuk TNI Polri, netralitas merupakan harga mati.
Sementara, dalam kesempatannya Kapolda Riau Inspektur Jenderal Nandang mememaparkan mengenai keberhasilan Polda Riau dalam menangani kasus ditriwulan pertama 2018 ini. "Meski terbatas, namun kita mampu menekan citra buruk Riau, khususnya untuk kasus narkoba. Saat ini Riau peringkat ke 8 untuk pengungkapan kasus peredaran ganja, peringkat 3 untuk kasus shabu dan peringkat 2 untuk pengungkapan kasus pil ekstasi secara nasional. Meski begitu, memang kita terus berusaha untuk memberantas peredaran barang haram ini di Riau," tandasnya.(rtc)
Komentar Anda :