www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Belum Transparan, Sekdaprov Riau Kritisi DBH Migas Selalu 'Ditahan' Pusat
Senin, 09-04-2018 - 17:13:14 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-BATAM-Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau sampaikan persoalan tunda salur dari pusat ke daerah yang selama ini selalu saja terjadi setiap tahunnya.

Pada hal karena dana transfer yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas (Migas) tersebut terhambat, maka berdampak pada alokasi belanja yang sudah dianggarkan dalam bentuk program kerja yang sudah direncanakan.

"Penyaluran DBH disalurkan menurut aturan mestinya triwulan. Tapi nyatanya terus terjadi tunda salur. Sehingga terjadi persoalan dalam penganggaran di daerah," kata Sekdaprov Riau, di Hotel Aston Batam, Senin (9/4/18).

Hijazi juga menyoroti alasan penundaan tunda salur, dalam hal ini pusat belum terlalu transparan. Diharapkan, persoalan dana transfer yang memang harusnya menjadi hak bagi daerah bisa diberikan sesuai dengan mekanisme.

Meski menyadari karena adanya penyesuaian keuangan karena sesuatu hal di pusat, namun khusus Riau keterlambatan dana transfer dari DBH disaat minimnya sumber-sumber pendapatan, menyebabkan Riau harus berusaha lebih keras dalam melakukan penyesuaian.

"Kalau tiga tahun lalu memang Riau selalu ada dana silpa yang tinggi, mencapai dua sampai empat triliun rupiah. Tapi belakangan, serapan selalu berjalan maksimal. Tahun ini silpa Riau yang tersisa jauh tidak sebesar tahun sebelumnya. Tapi persoalannya juga karena rendahnya asumsi pendapatan," papar Hijazi.

Selain itu, mantan Kadisperindag Kota Batam ini juga memaparkan lifting migas Riau yang cendrung terjadi penurunan.

Hadir pada kesempatan ini Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Kemenko Bidang Perekonomian RI, Montty Girianna, sejumlah Sekda kabupaten di Riau, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau termasuk sejumlah pejabat terkait dari Batam.(rtc)



 
Berita Lainnya :
  • Belum Transparan, Sekdaprov Riau Kritisi DBH Migas Selalu 'Ditahan' Pusat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved