Rakyat Menjerit, Jalan Provinsi Riau di Siak Rusak
Senin, 26-03-2018 - 18:08:12 WIB
Riau12.com-SIAK-Kabupaten Siak merupakan salah satu kawasan kunjungan wisata di Provinsi Riau, dengan adanya peninggalan sejarah Raja Siak salah satu kejayaan yang dinyatakan yakni Istana Siak, dengan raja terakhirnya bernama Sultan Syarif Kasim II. Selain peninggalan sejarah, Istana Siak juga merupakan lambang Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Siak, dan hingga kini massa kejayaan Raja Siak masih di rasakan hingga mancanegara.
Kabupaten Siak yang dimekarkan dari kabupaten induk yakni Kabupaten Bengkalis pada tahun 1999, Pejabat (Pj) Bupati Siak Tengku Rafi'an. Pembangunan di Kabupaten Siak mulai tumbuh dalam massa kepemimpinan Bupati Siak Arwin AS dan Wakil Bupati Siak Syamsuar periode 2000-2005. Periode pertama, selain program sekolah gratis, kesehatan gratis, dan banyak pembangunan inprastruktur yang telah dicapai diantaranya pembukaan jalan dan peningkatan jalan untuk memperlancar perekonomian masyarakat.
Setelah itu, pembanguna terus berlanjut massa kepemimpinan Bupati Siak Arwin AS dan Wakil Bupati Siak OK Fauzi Jamil periode 2005-2010. Terbentangnya jembatan siak yang bernama Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL), jembatan Maredan di Kecamatan Tualang, dan jembatan Teluk Masjid di Kecamatan Sei Apit. Selain itu, pengaspalan jalan-jalan.
Dilanjut dimassa kepemimpinan Bupati Syamsuar dan Wakil Bupati Siak Alfedri 2010-2015, dan massa periide 2015- hingga saat ini, pembangunan terus mengalami peningkatan hingga kepelosok kampung atau desa. Tidak hanya jalan, Pemkab Siak banyak mendapatkan penghargaan ditingkat Nasional, dan juga iven-iven bertaraf Internasional digelar tiap tahunnya hingga saat ini.
Pembangunan demi pembangunan di Kabupaten Siak, bantuan Pemerintah Provinsi Riau sangat minim dirasakan masyarakat. Salah satunya, pembangunan atau pemeliharaan jalan-jalan lintas yang menjadi tanggungjawab provinsi terabaikan bertahun-tahun. Diantaranya yakni Jalan Lintas Kotogasib, Dayun, dan Buton terabaikan. Jalan-jalan tersebut merupakan jalan lintas kabupaten.
Akibat minimnya perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di jalan-jalan lintas tersebut banyak terjadi kasus kecelakaan hingga merenggut nyawa pengendara.
Senin (2673/18), seperti diungkapkan salah seorang pengendara roda dua Budi (36) di Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Kotogasib bahwa di Jalan Lintas Kotogasib menuju buton ini tepatnya di jembatan ketiga dari Siak, jalan tersebut tidak kunjung bagus hingga saat ini kondisi jalannya masih rusak dan membahayakan.
"Disini (Jalan Lintas Kotigasib, red) karena jalan rusak dan bergembong, sudah terjadi kecelakaan kendaraan. Mungkin ada yang meninggal korbannya," ujar Budi.
Selain itu juga dikatakan Ujang (45) bahwa jalan lintas Kotogasib yang merupakan jalan lintas tiga kabupaten yakni Kabupaten Siak, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Bengkalis. Jalan tersebut peninggalan caltek tersebut, sudah diperbaiki pemerintah akan tetapi tak bertahan lama dan rusak kembali.
"Dulu jalan ini jalan minyak caltek, jalan ini bisa ke Bengkalis lewat Sei Pakning, dan ke Kepulauan Meranti lewat Buton. Pernah diperbaiki tapi tak tahan, beberapa bulan diperbaiki sudah rusak lagi," terang Ujang.
Sementara itu menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Riau Dadang mengungkapkan bahwa Jalan Lintas tersebut masih masuk dalam perawatan rutin, dan saat ini tengah dilakukan pemeriaraan atau berbaikan dengan cara menimbun jalan rusak dengan base (Tanah berbatu kerikil).
"Saat ini tengah dilakukan pemeliharaan di jalan itu, dengan sistes *agregat* terbuka saja saat ini melalui UPT 3," tulis Dadang melalui pesan singgat di *WhatsApp *kepada riauterkini.com.
Selain itu Kadis PUPR juga mengatakan bahwa di tahun 2019 akan dianggarkan untuk jalan tersebut sekitar Rp30 miliar.
"Ta 2019 direncanakan 30 m," tulis Dadang.(rtc)
Komentar Anda :