www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Kasus DBD Hingga Pekan ke-10 Tembus 48 Penderita di Pekanbaru
Jumat, 16-03-2018 - 06:45:12 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, merilis data terbaru, kasus Demam Berdarah Dengoue (DBD). Pada pekan ke sepeluh tahun 2018 ini, sudah terdapat 48 Kasus akibat gigitan nyamuk aedes aigepty ini. Plt Kepala Diskes Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy Sarigih mengatakan, apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada tahun yang sama. Jumlah masyarakat yang terserang DBD mengalami penurunan. "Jumlahnya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk Tampan menjadi wilayah yang banyak kasus DBD," ujar dr BOB begitu sapaan akrab dr Zaini, Kamis (15/3/2018 ). Dari jumlah 48 kasus tersebut, belum ada dinyatakan warga yang meninggal dunia akibat DBD. Meski begitu pihaknya berharap, peranan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. "Kita minta masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan," sambungnya. Ditambahakan dr Bob, pihaknya terus melakukan sosialisasi gerakan satu rumah satu kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di seluruh kecamatan. Karena menurutnya, pencegaja awal mesti dilakukan dari lingkungan tempat tinggal. "Kita terus sosialisasikan satu rumah satu kader jumantik dan menggalakan 3 M Plus," tambahnya. Disamping itu, Diskes juga menyediakan bubuk abate. Sementara untuk fogging bukan cara yang ampuh mencegah penyebaran DBD dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pelaksanaanya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). "Gontong royong dan menjaga lingkungan sekitar merupakan cara yang paling efektif. Karena dapat memutus mata rantai perkembangbiakan serta penyebaran nyamuk Aides Aigepty, Apabila anggota kelurga mengalami gelaja terserang DBD, kita minta segera membawa ke Puskemas terdekat guna mendapatkan pertolongan medis,"tutupnya. Inilah rincian yang terkena DBD per Kecamatan : 1. Kecamatan Sukajadi = 3 orang, 2. Kecamatan Limapuluh = 3 orang, 3. Kecamatan Sail = 2 orang, 4. Kecamatan Bukit Raya = 8 orang, 5. Kecamatan Marpoyan Damai = 7 orang, 6. Kecamatan Tenayan Raya = 4 orang, 7. Kecamatan Tampan = 10 orang, 8. Kecamatan Payung Sekaki = 7 orang, 9. Kecamatan Senapelan = 1 orang, 10. Kecamatan Pekanbaru Kota = 1 orang, 11. Kecamatan Rumbai Pesisir = 1 orang, dan 12. Kecamatan Rumbai = 1 orang.(r12)



 
Berita Lainnya :
  • Kasus DBD Hingga Pekan ke-10 Tembus 48 Penderita di Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved