Dugaan Rampas Lahan oleh PT Ivo Mas, Ratusan Masyarakat Adat Sakai Berdemo
Senin, 19-02-2018 - 13:30:15 WIB
Riau12.com-PEKANBARU-Dugaan serobot lahan seluas 6.505,42 Ha yang dilakukan PT Ivo Mas, ratusan masyarakat Adat Sakai Kandis, Kabupaten Siak, Riau tepatnya warga Kampung Bakalar Kandis meminta pertanggung jawaban ganti rugi.
"Ini merupakan salah satu upaya kita untuk menuntut ganti rugi atas lahan yang telah dirampas oleh PT IMT. Dimana hingga saat ini masyarakat tidak dapat menggunakan lahan tersebut untuk bercocok tanam dan mencari nafkah," ujar Korlap Aksi Iwan Saputra, Senin (19/02/2018).
Dalam aksi tersebut, masyarakat juga menuntut agar pihak berwajib melakukan pemeriksaan terhadap pemilik, pimpinan serta pengelola PT IMT atas dugaan melakukan tindak pidana. Terdapat enam butir dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh PT IMT tersebut. Diantaranya dugaan perambahan dan menduduki kawasan hutan tanpa prosedur yang berlaku. Dugaan perambahan tanah ulayat masyarakat adat Sakai dengan menanami lahan tersebut dengan kelapa sawit tanpa memberikan ganti rugi.
"Kita juga menuntut pemeriksaan dugaan melakukan kegiatan usaha tanpa prosedur, izin lokasi, Amdal dan sebagainya. Ada juga dugaan penggelapan pajak yang dilakukan di luar izin pemerintah," tuturnya.
Selain itu, dalam orasinya masyarakat juga menduga adanya penipuan yang dilakukan PT IMT kepada masyarakat. Bahkan juga diduga ada persengkongkolan tindakan kejahatan terhadap izin-izin yang dimiliki.
"Kita juga meminta kepada Kanwil Kementrian Agraria dan Tata Ruang BPN Riau untuk mencabut sertifikat HGU PT IMT, menghentikan segala kegiatan serta mengganti rugi lahan kepada masyarakat," tambahnya.
Lanjutnya, pihaknya meminta ganti rugi lahan sekitar 6.505,42 Ha sebesar Rp200 juta perhektar yang jika diakumulasi mencapai Rp1.301.084.000.000. "Perambahan ini telah terjadi sejak 1996 lalu dimana hingga saat ini sudah sekitar 21 tahun lalu. Jadi kita juga meminta ganti rugi hasil dari lahan tersebut yang perbulannya sekitar Rp 2 jutaan. Sehingga sekitar Rp3.278.751.680.000," tutupnya.(r12/rtc)
Komentar Anda :