Jemput Aspirasi Masyarakat, Bupati Kampar Terobos Desa Terisolir
Senin, 01-01-2018 - 15:45:12 WIB
Riau12.com-Dengan meluapnya sungai subayang maka dapat dipastikan arus yang cukup deras membuar sampan kecil yang biasa digunakan masyarakat sekitar yang biasanya disebut PIAU yang menggunakan mesin boat 15 PK dengan kapasitas 8 penumpang dan 5 penumpang jika kondisi air meluap, ada juga sampan yang berukuran kecil menggunakan mesin robin namun hanya dapat diisi 2-3 penumpang ketika air sungai meluap.
Hal ini tidak mengurungkan niat  Bupati Kampar H Azis Zaenal untuk menjumpai masyarakat desa yang tinggal dalam kawasan hutan lindung tersebut, walaupun sampan yang ditumpanginya sempat diterjang arus sungai dan membuat Bupati Kampar basah kuyup akibat air sungai yang masuk ke sampan dan juga derasnya hujan saat itu.
Perjalanan ke Pangkalan Serai dilalui Bupati Kampar Azis Zaenal dengan tantangan yang sangat berat karena pada saat bersamaan meluapnya sungai Subayang karena dalam beberapa hari ini di guyur hujan. Belum lagi batu-batu gunung yang besar dan tajam yang berada-didinding-dinding sunagi.
"Inilah yang diraskan oleh masyarakat setiap harinya, yang berjuang hidup dengan bertaruh nyawa. Inilah tujuan kita turun bersama dengan OPD untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat desa terisolir dan termasuk sangat tersulit ini," katanya.
Pada Kesempatan tersebut Bupati langsung bersilaturahmi dengan masyarakat Serta menampung beberapa aspirasi masyarakat desa.yang dialnjutkan dengan peninjauan ke beberapa lokasi yang menjadi aspirasi masyarakat tersebut. Â Dalam dialognya dengan masyarakat di sembilan desa yang terisolir tersebut Azis mengaku sangat ingin memberikan sebuah moda transportasi yang layak dan nyaman bagi masyarakat.
"Waktu di dalam perjalanan dengan kondisi yang ada saat ini awalnya saya sangat ingin menyediakan Kapal Feri untuk membawa penumpang dari Gema hingga ke Desa Pangkalan Serai, minimal 4 Kapal Feri untuk semua masyarakat 9 desa di kampar kiri hulu ini," ungkapnya.
Namun kenyataannya setelah mendapat penjelasan dari para kepala desa yang ikut mendampingi, bahwa kapal feri hanya dapat digunakan bila kondisi sungai dalam seperti saat ini.
"Namun bila air sungai kembali dangkal sangat tidak mungkin menggunakan kapal besar karena tinggi air sungai hanya beberapa Centimeter hingga satu setengah meter dari dasar sungai yang dasarnya adalah batu-batuan," kata Kades.
Kemudian Bupati Kampar  meminta agar untuk masyarakat desa, kepala desa dan ninik mamak harus sepakat untuk membuat jalan setapak sebagai penghubung desa dan melakukan pemeliharaan jalan yang ada.
"Namun dengan tidak menambah lebar jalan karena ini adalah kawasan hutan lindung.Karena cara tersebut adalah salah satunya cara agar masyarakat desa dapat saling terhubung dan mempermudah akses bagi masyarakat dan anak - anak untuk menuju kesekolah," ungkap Azis
"Hal ini bukan tidak berdasar dan sebab musabab, tak lain tak bukan karena status tata ruang yang menempatkan wilayah ini kawasan konservasi alam dan hutan lindung yang berada diareal Rimbang Baling yang telah ditetapkan oleh Kementerian kehutanan RI."
Oleh sebab itu, kata Azis langkah yang tepat dilakukan pada saat ini adalah bagaimana pemanfaatan dana Desa sepenuhnya untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Desa.
"Kepada Kepala Desa dan Perangkat untuk dapat betul-betul memperhatikan hal ini, saya tidak mau melihat masyarakat yang sudah sudah ditambah susah lagi," kata bupati dengan nada haru.
Bupati Kampar menilai ada tiga masalah serius yang paling jelas dihadapi masyarakatnya yakni infrastruktur, Transportasi dan komunikasi disamping permasalahan perekonomian masyarakat.Â
" Melihat kondisi Masyarakat seperti ini, saya sangat merasakan kesulitan yang dialami masyarakat desa ini," kata Azis Zaenal.
Terkait pengembangan infrastruktur jalan Bupati Kampar untuk dapat memprioritaskan pembangunan jalan desa yang menghubungkan antar desa, sehingga nantinya seluruh desa akan terhubung mulai dari desa tanjung Belit Terus kedesa-desa yang di Hulu Sungai Subayang. "Kita berharap nantinya dapat dilewati sekurang-kurangnya sepeda motor dan ini dapat membuka keterisoliran desa-desa tersebut," katanya.
Bupati Menginap di Aur Kuning
Kepala Desa Aur Kuning Damri saat dijumpai di Aur Kuning diselal-sela kesibukan mendampingi Bupati Kampar Azis Zaenal menyampaikan bahwa merupakan suatu kehormatan bagi masyarakat Aur Kuning karena Bupati Kampar dan rombongan menginap di desanya Tepatnya di rumah H. M. Amin. Pada Ahad 30/12.
"Kami sangat bangga dan bersyukur Bupati Kampar dan rombongan menginap di Desa Aur Kuning, ini merupakan suatu kehormatan bagi kami," katanya.
Ia berharap dengan kunjungan ini semakin menguatkan hubungan yang harmonis antar masyarakat dan pemimpinnya. "Terutama berkaitan dengan pembangunan desa yang sangat sulit dan terisolir ini," jelasnya.
Disamping itu kehadiran Bupati anugerah bagi masyarakat Aur Kuning, sebab Bupati Kampar dan Habiburrahman anggota DRPD Kampar menjadi saksi pernikahan Rela Anggraini dan Wewen. Bupati Kampar Azis Zaenal diberi penghormatan untuk memberikan tausiah pernikahan tersebut. Rela Anggraini merupakan salah seorang guru SMP N 2 Kampar Kiri Hulu sementara Wewen berprofesi sebagai petani.
"Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah," Â kata Bupati Kampar yang sebelumnya melaksanakan shalat berjamaah dengan masyarakat tempatan dan takziah ke kediaman salah satu masyarakat yang mendapat musibah atas berpulangnya ke rahmatullah .
"Semoga Allah SWT membalas dengan pahala kepada Bupati Kampar semoga selalu diberikan kesehatan, sehingga dapat terus membangun Kampar terutama desa-desa yang berada dipinggir sungai Subayang ini, " kata Kades Damri lagi. (rls/hariankampar.com)
Komentar Anda :