www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
2018, Diskanlut Riau Dapat Dana DAK Sebesar Rp6,1 M Bangun Pelabuhan Ikan
Rabu, 08-11-2017 - 06:00:00 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Riau tahun 2018 mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kelautan sebesar Rp6,129 miliar.

Demikian dikatakan Kepala Diskanlut Provinsi Riau, Herman Mahmud, Selasa (7/11/2017) di Pekanbaru. Dia mengatakan, anggaran DAK yang diterima tersebut akan difokuskan untuk pembangunan ‎p‎elabuhan ikan di Kuala Enok, Tembilahan, Indragiri Hilir dan pembuatan kapal pengawas illegal fishing. ‎
‎‎
Khusus untuk pembangunan pelabuhan ikan, sebut Herman, pihaknya mengalokasikan sebesar Rp3,6 miliar. Sedangkan untuk pembu‎atan kapal pengawas sebesar Rp2,6 miliar untuk satu kapal.

Pembuatan kapal tersebut, lanjut Herman, merupakan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait banyak illegal fishing yang masuk di perairan Riau. Namun dia menyadari, untuk melakukan pengawas illegal fishing sejauh ini mengalami serba keterbatasan. ‎
‎
"Tapikan wewenangan untuk pengawasan illegal fishing ini kan tidak hanya di Diskanlut, ada juga di Polri dan TNI‎. Jadi kita melakukan pengawasannya secara bersinergi, karena tidak mungki bisa tercover sendiri, makanya kita minta bantuan aparat keamanan," paparnya.

Herman juga mengakui, laporan masyarakat itu banyak kapal-kapal penangkap ikan ilegal masuk dari Sumatera Utara‎ (Sumut). ‎Namun karena keterbatas anggota maupun sarana, sejauh ini pengawasan dilakukan secara berkala.

"Kalau berapa laporan yang masuk saya tak ingat. Yang jelas kapal-kapal dari Sumat banyak masuk di perairan Riau. Karena itu, sebagian dari hibah dari pusat kita alihkan untuk pembuatan kapal pengawas illegal fishing guna meningkatkan pengawasan ke depannya," tandasnya. (r12/ckp)



 
Berita Lainnya :
  • 2018, Diskanlut Riau Dapat Dana DAK Sebesar Rp6,1 M Bangun Pelabuhan Ikan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved