Pembangunan Rumah Bersubsidi di Riau Terganggu Akibat Belum Jelasnya RT RW
Senin, 14-08-2017 - 15:12:13 WIB
Riau12.com-PEKANBARU-Pada tahun ini, Pembangunan rumah bersubsidi di Riau ditargetkan sebanyak 10.000 unit. Rumah bersubsidi ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang penghasilannya rendah.
Wakil Sekretaris Jendral DPP Real Estate Indonesia (REI) Jhon Satri menyebutkan bahwa untuk mencapai target Riau tersebut perlu upaya yang besar. Pasalnya saat ini pembangunan tersebut masih terus terkendala Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi yang belum jelas kapan disahkan.
"Dari target 10 ribu di rumah tersebut, hingga semester pertama baru 40 persen saja," kata Jhon pada Senin (14/8/2017).
Jhon mengatakan bahwa persoalan mendapatkan izin menjadi permasalahan utama pengembang sulit mecapai target realisasi. Karena untuk membangun perumahan diperlukan sejumlah perizinan yang kewenangannya berada di Pemerintah Kabupaten/Kota.
"Persoalannya jika RTRW Provinsi belum jelas, kabupaten/kota tidak bisa mengeluarkan izin yang baru," ujar Jhon.
Efek terhambatnya perizinan ini bagi perumaham cukup banyak. Di antaranya pengembang tidak bisa menyiapkan pembangunan rumah bersubsidi kepada masyarakat. Pembiayaan konsumen dari perbankan juga tidak bisa dilakukan.
"Selain pembangunan, sektor usaha pendukung properti juga berdampak. Seperti toko bangunan dan pelaku usahanya," terang Jhon.
Padahal sebelum adanya persoalan RTRW ini, Riau merupakan daerah yang memiliki pertumbuhan perumahan paling baik di Sumatera. Untuk mencapai target 12.000 unit, bagi pengembang di Riau bukanlah hal yang sulit.
"Kita berharap RTRW ini bisa segera selesai dan jangan ada kepentingan-kepentingan yang membuat penyelesaiannya tertahan," tutup Jhon. (r12/ckp)
Komentar Anda :