Proses Pembebasan Lahan Lamban, Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Masih di Bawah 1 Persen
Selasa, 18-07-2017 - 17:23:14 WIB
Riau12.com-PEKANBARU-Lambannya proses pembebasan lahan menjadi persoalan utama untuk tiap seksi pada pembangunan tol Pekanbaru-Dumai. Direncanakan tol tersebut akan dibangun sepanjang 131 KM.
Corporate Communication Hutama Karya (HK), Alfa Haga, menyebutkan saat ini proses konstruksi tol tersebut masih sangat minin. Progres hingga 7 Juli 2017 lalu pembangunan masih berada di angka 0,630 persen.
"Pembangunan tersebut meliputi proses land clearing, pekerjaan tanah, box culvert dan solid sodding," terangnya, Selasa (18/7/2017).
Alfa merincikan bahwa proses saat ini di seksi I sudah dilakukan land clearing sejauh 4,6 KM. Selanjutnya, pembuatan box culvert di seksi tersebut sudah dilakukan sejauh 369 meter. Sedangkan untuk II dan III, masing-masing sudah dilakukan land clearing sejauh 8 KM dan 11 KM.
"Kita menargetkan pada akhir bulan ini, proses konstruksi bisa mencapai persentase di 1,6 persen," kata Alfa.
Untuk proses pembebasan lahan, masing-masing dari enam seksi masih belum selesai. Di Seksi I (Pekanbaru-Minas), sebanyak 103 bidang lahan masih tumpang tindih dengan milik PT CPI. Petugas pun akan melakukan pengukuran ulang di bidang-bidang tanah tersebut.
Di Seksi II (Minas-Petapahan), masih 46 bidang tanah di tiga desa yang datanya masih belum lengkap. Proses pengukuran juga belun seluruhnya selesai. Selain itu juga ada lahan yang masuk di lingkungan PT Arara Abadi. HK masih melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk perizinan tersebut.
Di Seksi III (Petapahan-Kandis), proses pengukuran lahan masih belum selesai. Direncanakan akan ada penambahan personil untuk menggesa proses pengukuran lahan.
Di Seksi IV (Kandis-Duri Selatan), proses pengukuran di dua desa terhambat akibat adanya banjir. Untuk itu dilakukan percepatan pengukuran dan inventarisasi agar bisa menggesa prosesnya. Personil BPN juga akan ditambah di seksi tersebut guna mempercepat proses pengukuran yang belum selesai.
Di Seksi V (Duri Selatan-Duri Utara), proses pengukuran juga belum sepenuhnya selesai. Petugas BPB Dumai juga akan ditambahkan untuk menggesa pengukuran lahannya.(r12/ckp)
Di Seksi VI (Duri Utara-Dumai), proses pengukuran juga masih berlangsung. Beberapa lahan yang masuk di kawasan Arara Abadi saat ini juga tengah diurus perizinannya.
Dari segi pendanaan, Alfa menyebutkan anggaran dari PNM tahun 2015 belum seluruhnya digunakan. Dari Rp 58 miliar yang disiapkan, yang digunakan hingga Junk 2017 sudah mencapai Rp 36,4 miliar.
Komentar Anda :