Gubri Copot Dwi Agus Sumarno Dari Kadis DPPP dan Diletakkan Jadi Staff Ahli
Jumat, 03-02-2017 - 20:14:33 WIB
 |
Andi Rahman
|
Riau12.com-PEKANBARU-Baru sebulan menikmati jabatannya sebagai Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan, Dwi Agus Sumarno langsung dicopot dan diletakan sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Infrastruktur.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi saat ditanya usai pelantikan enggan mengkaitkan pelantikan yang terkesan mendadak ini terkait dua Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang saat ini disebut-sebut sudah menjadi perhatian Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Meski begitu, Gubri menegaskan, loyalitas dan integritas adalah hal yang harus diperhatikan semua pejabat.
"Inikan hal biasa dalam Aparatur Sipil Negara (ASN). Kita tentu menyesuakan kebutuhan organisasi. Kalau ada sesuatu kita sesuaikan, ya kita sesuaikan, Supaya pembangun berjaln dengan baik. Semauanya berdasarkan loyalitas dan integritas," kata Andi Rachman (sapaan akrab Gubri), Jumat (3/2/17).
Menurut Andi, siapa pun pejabatnya pasti dilakukan evaluasi. Tidak hanya Dwi Agus Sumarno yang merupakan menantu mantan Gubri Anas Maamun. Termasuk Arlisman Agus yang kini dipercaya menjabat sebagai Kadishub Riau juga akan terus dipantau.
Ada pun saat menyampaikan sambutannya pada acara pelantikan, Andi juga meminta kepada pejabat dilantik segera menyelesaikan aset di instansi masing-masing. Andi beralasan, karena sebentar lagi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI akan masuk melakukan pemeriksaan. Selain itu, Andi juga menegaskan agar bekerja dengan baik sesuai dengan perundangan. Kemudian diminta juga sebagai seorang manajerial yang baik, harus mampu bekerja dengan bawahan.
Selesaikan aset di instansi masing-masing. Maslaah aset ini tak selesai-selsdai juga. Harus diselesaikan dan dirapikan, karena sebenta lgi BPK RI juga akan asuk melakukan pemeriksaan. Bekerjalah dengan baik, sesuai dengan perundang-undangan berlaku. Tunjukanlah loyalitas dan integritas. Karena kita ini bekerja untuk melayani masyarakat. Sinergitas harus dibiasakan untuk mencapai pekerjaan yang maksimal.
"Selama ini kita lemah dalam koordinasi, bekerja selalu menonjolkan ego. Yang punya bawahan, ajak bawahannya bekerja dengan baik, berkoordinasi, bersinergi haruslah dibiasakan," tegas Andi.
Sementara usai pelantikan Dwi Agus Sumarno mengakui memang sudah ada sejumlah orang dari Kejati turun meninjau dua RTH baik di Ahmad Yani mau pun Sudirman. Namun menurutnya, itu tak berkaitan dengan persoalan hukum, tapi hanyalah peninjauan biasa.(rtc)
Komentar Anda :