www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Dinas Peternakan dan Perikanan Sebut 200 Ekor Lebih Sapi Mati Mendadak di Siak
Sabtu, 21-01-2017 - 11:13:31 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-SIAK-Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak mencatat, lebih dari 200 ekor sapi warga mati mendadak hingga pertengahan Januari 2017 ini. Kematian sapi jenis Bali yang diserahkan Pemkab Siak kepada warga itu disebabkan serangan virus Jembrana atau parasit darah.

"Kalau dihitung sejak tahun 2013, sudah ada 200 ekor lebih sapi yang mati di Siak akibat virus ini. Di tahun 2016 sampai sekarang, sudah ada 100 ekor lebih, sapi yg mati," kata Kepala Bidang Produksi dan Pengembangan Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak Muhammad Wahiduddin, Jumat (20/1/2017).

Dia mengatakan, pada akhir November hingga Desember 2013 lalu, sebanyak 30 ekor sapi yang mati. Sedangkan pada tahun 2016 ini sekitar 100 ekor lebih sapi Bali yang dinyatakan positif terserang virus Jembarana.

"Itu baru yang melapor, kita perkirakan ada sekitar 50 sapi yang mati tapi tak dilaporkan warga. Jelas ini menganggu popularitas sapi di Siak," ujarnya.

Dinas Peternakan dan Perikanan Siak sudah melakukan langkah pencegahan dengan pemberian vaksin terhadap ternak yang belum terkena virus guna mengurangi gejala, terutama di daerah yang dianggap endemik.

"Hampir seluruh kabupaten yang ada di Riau terkena virus ini. Bahkan provinsi lain pun juga banyak sapi mereka yang mati," jelasnya.

Dijelaskan Wahiddudin, adapun gejala umum sapi Bali yang terserang virus Jembrana, diantaranya masa inkubasi 4 hingga 12 hari disertai tanda-tanda suhu tubuh meningkat hingga 42 derajat Celsius. Diare yang bercampur darah, terjadi pembengkakan pada kelenjar limfeprescapularis, prefemoralis dan parotis.

"Terlihat adanya bercak darah pada kulit, lesu dan tidak mau makan, hingga kematian mendadak," paparnya.

Untuk mengurangi resiko terkena virus Jembrana ini, dengan cara mengkarantina sapi Bali sakit atau memisahkan ternak yang masih dalam kondisi sehat. Pembakaran terhadap kotoran tercemar yang menjadi tempat hidup lalat (vektor).

"Selain itu pembersihan kandang dengan melakukan penyemprotan desinfeksi dan peralatan kandang seperti makan dan minum," tandasnya. (r12/gr)



 
Berita Lainnya :
  • Dinas Peternakan dan Perikanan Sebut 200 Ekor Lebih Sapi Mati Mendadak di Siak
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved