www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
2017, Bulog Riau-Kepri Targetkan Serapan Beras Hingga 5.000 Ton
Jumat, 20-01-2017 - 19:38:47 WIB
Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Riau - Kepri Tommy Despalingga
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Riau - Kepri Tommy Despalingga menyebutkan, Bulog Riau-Kepri menetapkan target penyerapan beras 2017 mencapai 5.000 ton, dan masih sama dengan tahun 2016.

"Target penyerapan beras tahun ini 4000 ton beras Public Service Obligation (PSO) dan 1.000 ton beras komersil, sama dengan tahun 2016 " ujarnya.

Ia juga menyebutkan realisasi penyerapan beras PSO sepanjang tahun 2016 hanya 1.075 ton, masih jauh dari target di awal tahun 2016 sebanyak 4.000 ton beras PSO.

Hal itu menurutnya disebabkan wilayah Riau dan Kepri yang bukan penghasil beras sehingga harga beras di penggilingan lebih tinggi dibanding Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sehingga Bulog tidak perlu melakukan penyerapan kecuali untuk kebutuhan stok saja.

Ia menjelaskan kendala utama yang dialami Bulog untuk mencapai target penyerapan tahun lalu adalah harga beras di penggilingan lebih tinggi atau di atas HPP yakni Rp7.300 per kilogram, bila Bulog memaksakan terus menyerap, maka akan terjadi lonjakan harga dan hal ini berpotensi membuat inflasi lebih tinggi.

Sejumlah upaya juga dilakukan Bulog untuk mencapai target tersebut. Pertama, membentuk satgas dan menjalin kerja sama dengan Gabungan kelompok tani (gapoktan).

Kedua, Bulog mengoptimalkan penyerapan beras dengan rentang kualitas dan harga tertentu yang memungkinkan Bulog bisa mencapai jumlah serapan yang lebih besar dengan memperkuat satgas pengolahan di daerah.

Selain itu, Bulog juga akan mempersiapkan stok pangan untuk program rakyat miskin (raskin) dimana pada tahun ini di bagi dua.

Pertama lewat program raskin seperti biasanya dan kedua melalui penggunaan e-voucher yang akan diuji coba di Pekanbaru dan Batam dimana setiap masyakat memiliki uang non tunai sebesar Rp110.000 per bulan untuk pembelian beras.(r12/ant)



 
Berita Lainnya :
  • 2017, Bulog Riau-Kepri Targetkan Serapan Beras Hingga 5.000 Ton
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved