www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
HAKI 2016 Diawali dengan Rembuk Integritas Nasional
Rabu, 07-12-2016 - 14:51:39 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com - PEKANBARU - Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Agus Raharjo tekankan akan memaksimal perannya dalam hal pencegahan. Kemudian menuntaskan reformasi birokrasi yang menurutnya masih butuh pemahaman panjang soal bersih tanpa korupsi.

Untuk mewujudkannya, Agus Raharjo pun memaparkan berbagai sistem informasi tekhnologi (IT) yang saling terkoneksi antara pemerintah daerah dan pusat serta bisa langsung diakses oleh masyarakat. Diantara sistem yang dipaparkan tersebut seperti e-budgeting.

"Saya ingin juga memaksimalkan pencegahan. Memang penindakan perlu, tapi jauh lebih penting membangun pemahaman tentang korupsi itu sendiri," kata Agus Raharjo, saat memberikan paparnya di hadapan pejabat se Riau dan berbagai undangan lainnya pada acar Rembuk Integritas Nasional di Hotel Arya Duta, Rabu (7/12/16).

Persoalan utama dalam tata kelola keuangan negara yang didapat dari uang rakyat tersebut. Selain pengawasan juga terpenting yang perlu diperhatikan adalah sistemnya.

Bagaimana mungkin pengawasan ketat dilakukan, namun penyelenggara negara sendiri tidak diberi ruang pemahaman mana yang boleh dan tidak sesuai dengan ketentuan. KPK hadir ada di dua dalam hal pencegahan dan penindakan.

"Keduanya penting. Penindakan sebagai bentuk ketegasan kita dalam mengawasi, tapi pencegahan juga sangat lebih penting lagi dalam upaya sebelum terjadi korupsi," ungkap Agus Raharjo.

Lebih lanjut, Agus Raharjo juga juga mencontohkan bagaimana dibeberapa negara aju seperti Singapura dalam menangani korupsi. di negara jiran Singapura itu, KPK-nya hanya menangani kasus korupsi tidak lebih dari 10 persen di pemerintahan. Sisanya justru di swasta. Hal ini tentunya kebalikan yang terjadi di Indonesia. Kenapa kasus dibirokrat lebih menonjol, karena masih minimnya kesadaran.

"Melalui sistem seperti e-budgeting ini tentunya bisa merubah cara-cara konvesional yang selama ini banyak disimpangkan karena minimnya pengawasan," papar Agus Raharjo.(r12/rt)



 
Berita Lainnya :
  • HAKI 2016 Diawali dengan Rembuk Integritas Nasional
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved