Jalinprov Rohul-Duri di Bonai Terendam Banjir dan Macet
Jumat, 02-12-2016 - 21:04:15 WIB
Riau12.com - PASIRPANGARAIAN - Jalan Lintas Provinsi (Jalinprov) Riau menghubungkan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dengan Duri Kabupaten Bengkalis kembali terendam banjir beberapa hari terakhir.
Warga mengakui banjir menggenang di Jalinprov Riau, tepatnya di Kasang Padang Kecamatan Bonai Darussalam bukan hanya karena intensitas hujan yang tinggi, namun lebih disebabkan beberapa tanggul dibangun perusahaan setempat.
Tanggul sebagai penahan air sengaja dibangun adalah sebagai benteng, agar kantor perusahaan tidak ikut terendam. Namun, tanggul ini menjadi derita tersendiri bagi masyarakat.
Genangan banjir di daerah ini bertahan lama. Warga menuturkan genangan banjir akan lama surut karena adanya tanggul perusahaan.
"Sudah sering kita keluhkan. Tidak mungkin pemerintah daerah (Pemkab Rohul) tidak tau dengan kondisi kami seperti ini," ungkap Anto, warga di Kecamatan Bonai Darussalam, Jumat (02/12/16).
Warga mencotohkan, seperti kejadian Kamis (01/12/16) kemarin. Jalinprov antara Rohul-Duri sempat terputus, dan menyebabkan seratusan kendaraan roda empat dan roda lebih mengular sekitar 2 kilometer dari arah Sontang-Duri, belum arah sebaliknya Duri-Sontang.
Antrean kendaraan ini disebabkan ada dua truk mengangkut TBS kelapa sawit yang terperosok ke dalam lubang cukup dalam di tengah ruas Jalinprov Riau, hingga menyebabkan arus lalulintas dari arah Rohul-Duri dan sebaliknya sempat lumpuh.
Niko, seorang supir truk yang sedang mengatre mengatakan jalan rusak di Desa Kasang Padang ini sudah berlangsung lama dan tidak kunjung ada diperbaiki.
Pria ini mengaku sudah dua hari terpaksa mengantre akibat ada dua truk terperosok ke dalam lubang di tengah jalan.
"Ya harapan kami jalan diperbaiki pemerintah sehingga kami bisa lewat setiap saat, tanpa harus seperti ini (mengantre)," harap Niko.
Menanggapi itu, Plt Camat Bonai Darussalam Setyono, dikonfirmasi wartawan mengakui penyebab Jalinprov Riau rusak di daerahnya karena tingginya lalulintas kendaraan bertonase, seperti truk pengangkut CPO (Crude Palm Oil), TBS kelapa sawit, termasuk truk pengangkut kayu akasia.
Ditambah curah hujan yang tinggi, lubang di badan jalan ikut tergenang hingga sering menyebabkan kendaraan terperosok.
"Untuk sementara kita membatasi kendaraan berat yang akan melintas jalan rusak itu. Dan kita berharap Pemerintah Provinsi Riau untuk segera memperbaiki jalan yang sudah lama tak kunjung dibangun juga," pungkas Plt Camat Bonai Darussalam, Setyono.(r12/rt)
Komentar Anda :