www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
ADA APA Lagi Ya, Tenaga Medis RSUD Arifin Achmad Datangi Gubri ? Simak Ulasannya
Rabu, 30-11-2016 - 19:26:53 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com - PEKANBARU - Kembali, Ratusan Tenaga Medis Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad Kota Pekanbaru menggencarkan aksi mogok kerja menuntut kepastian pembayaran Tunjangan Penghasilan Pegawai 100 persen serta jasa pelayanan medis.

Perwakilan dari Pihak RSUD Arifin Ahmad Drg Burhanudin Agung mengatakan sesuai kesepakatan yang terjadi sebelumnya bahwa Pemprov Riau telah berjanji akan menuntaskan persoalan ini sampai dengan 28 November 2016 lalu. Namun sampai saat ini belum menemui titik terang.

"Ada pihak-pihak yang memahami hanya sepenggal terkait persoalan ini, padahal kesepakatan sebelumnya dengan Sekretaris Daerah Riau Ahmad Hijazi telah ditemukan pemecahan bahwa kami berhak menerima TPP dan jasa pelayanan medis seratus persen," kata Burhanudin Agung.

Kesalahan penerjemahan yang dimaksudkan Burhanudin, antara dana insentif dan jasa pelayanan medis dan mengenai isu yang bergulir bahwa adanya pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi yang disampaikan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Riau Asrizal.

"Pemahaman yang blunder menurut saya apa yang disampaikan pihak pak Asrizal yang mengatakan KPK larang pembayaran dua-duanya, menurut saya ini perlu dikaji lagi," sebutnya.

Aksi mogok kerja ini telah bergulir beberapa kali yang mengakibatkan sejumlah pelayanan medis di RSUD Arifin Ahmad terganggu. Pegawai RSUD menganggap Pemprov Riau seperti tidak peduli dengan tuntutan mereka. Karena yang menjadi tuntutan mereka adalah pemerintah memberikan pilihan kepada karyawan fungsional maupun nonfungsional dua pilihan.

Pilihan pertama adalah menerima Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) 100 persen, namun tidak menerima jasa pelayanan. Selanjutnya, pilihan kedua berupa TPP 50 persen dengan jasa pelayanan. Jika memilih TPP 100 persen, lanjutnya, maka pemerintah daerah menghilangkan makna profesi yang mana jasa pelayanan merupakan imbalan yang diterima tenaga medis atau hak tenaga kesehatan.

Sementara itu, ia menjelaskan jika memilih opsi nomor dua, maka tenaga medis merasa adanya diskriminasi karena sebagai tenaga medis di rumah sakit memiliki risiko pekerjaan yang sangat tinggi karena berhubungan dengan nyawa.

Hadir Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menengahi aksi demo yang terjadi. Kepada pegawai ia meminta untuk kembali bersabar. "Saya akan mendengar masukan dari berbagai pihak, kami minta bapak dan ibu kembali bekerja kasihan masyarakat. Kita tuntaskan dan bahas secepatnya," sebut Andi Rachman.(r12/rt)



 
Berita Lainnya :
  • ADA APA Lagi Ya, Tenaga Medis RSUD Arifin Achmad Datangi Gubri ? Simak Ulasannya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved