www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Berstatus Mati Suri, Sekdaprov Minta Riau Air Lines Mempailidkan Diri
Selasa, 22-11-2016 - 07:07:54 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com - PEKANBARU - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi sebut mulai menyelesaikan step by step berbagai Pekerjaan Rumah (PR) yang ditinggalkan pemerintah sebelumnya. Namun khusus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terlalu besar masalah yang wajib dituntaskan.

"Tak tahu kerjanya bagaimana, tapi bagaimana pun harus dilakukan langkah-langkah. Terlalu besar (masalah) BUMD itu. Jadi ini harus dilakukan secara arif dan bijaksana. Kalau yang lain, kita sudah step by step kita selelesaikan," kata Hijazi, Senin (21/11/16).

Ia menjelaskan, prihal perusahaan berplat merah milik daerah tersebut. Diantaranya soal PT Riau Airlines berstatus mati suri.

"Itu (sebenarnya) sudah mati betul tu. Karena dulu tak dimatikan. Mestinya dulu dimatikan (difailedkan)," ungkap Hijazi.

Menurutnya, karena statusnya tak difailedkan, sedikit banyak menjadi beban pikiran, mau diapakah BUMD yang pada awalnya sempat menjadi kebanggaan karena mampu memberikan deviden kepada daerah. Tapi sebagian besar pengoperasiannya, PT Riau Lines justru menjadi beban. Tak hanya itu, beberapa BUMD lainnya yang masih 'menyusu' meski usia pengoperasiannya sudah lama berjalan tetap jadi persoalan dari tahun ke tahun. Sebut saja PT Riau Petroleum.

Sekdaprov sendiri mengaku secara regulasi tak bisa mengintervensi, meski Pemprov Riau berstatus pemegang saham terbesar dari seluruh BUMD yang ada. Hal itu, karena BUMD memiliki ragulasi sendiri sebagai Perusahaan Terbatas (PT).

"Ini memang butuh penanganan. Makanya diharapkan di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang baru nanti kita butuh satu bidang yang menangani BUMD ini.(r12/rt)



 
Berita Lainnya :
  • Berstatus Mati Suri, Sekdaprov Minta Riau Air Lines Mempailidkan Diri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved