www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Gawat, Riau Kehilangan PAD Rp75 Miliar per Tahun dari Sektor Perikanan
Kamis, 29-09-2016 - 07:07:06 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

Riau12.com - PEKANBARU - Pendapatan Riau dari sektor perikanan belum tergarap secara maksimal sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) hilang sebesar Rp75 miliar per tahun. Hal itu karena belum maksimalnya pemerintah dalam mengelola PAD Riau dari sektor perikanan.

Angota Komisi B DPRD Riau Firdaus menjelaskan, pendapatan dari sektor Dinas Perikanan Riau hanya Rp107 juta, padahal sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (rpjmd) dari mencapai Rp75 miliar.

"Pendapatan sektor perikanan sangat kecil. Pendapatan PAD yang muncul tahun lalu dari Diskanlut Rp107 juta . Kalau sektor perikanan ini dapat dikelola sesuai dengan RPJMD kami, kita dapat mencapai target Rp75 miliar per tahun," ungkap Anggota Komisi B DPRD Riau Firdaus.

Padahal, kata Politisi PKB itu, banyak sumber pendapatan dari usaha perikanan, seperti perikanan tambak, dan perikanan tangkap, kapal tangkap. Kemudian, dari produksi perikanan.

"Rendahnya pendapatan Dinas Perikanan ini terjadi karena kelemahan pemerintah yang tidak serius menangani ini," tegas Firdaus.

Belum maksimalnya pemerintah dalam mengelola sektor perikanan di Riau juga disampaikan Wakil Ketua Komisi DPRD Riau Syamsurizal. Dikatakannya, pihaknya juga sudah melakukan rapat kerja bersama Dinas Perikanan dan Kelautan. Hal itu untuk mengevaluasi kinerja dinas tersebut, proyeksi, dan pencapaian fisik dan keuangan tahun anggaran 2016.

"Dari ahasil evaluasi kami besama dinas terkait, realisasinya sangat rendah dan ini sangat menyedihkan, padahal waktu tinggal beberapa bulan lagi, Sampai sekarang ini, realisasi keuangan baru 27 persen," terang Syamsurizal.

Ia menegaskan, rendahnya realisasi dikarenakan akibat terbentur regulasi dan tidak mampunya Dinas Perikanan dan Kelautan dalam merealisasikan program APBD yang sudah dianggarkan.

"Makanya, ke depan dalam penempatan pejabat, kami harapkan Pemprov menempatkan orang pada tempat yang tepat, the right man in the place," tutupnya.(r12/rp)




 
Berita Lainnya :
  • Gawat, Riau Kehilangan PAD Rp75 Miliar per Tahun dari Sektor Perikanan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved