Riau12.com-PEKANBARU-Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau menyebutkan pembangunan pasar terapung di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau kucurkan dana sekitar Rp177 miliar.
"Pembangunan pasar terapung di Kabupaten Indragiri Hilir untuk anggarannya, estimasi sekitar Rp177 miliar," kata Kepala Disperindag Provinsi Riau M.Firdaus kepada wartawan di Pekanbaru, Senin.
Ia menjelaskan rencana pembangunan pasar terapung tersebut sebelumnya sudah bekoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
"Rencana pembangunanini tadi disampaikan oleh Dinas terkait yang ada di Inhil yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan, Dinas Perhubungan, kalau dari kita di Provinsi ada Disperindag Provinsi Riau, Badan Perancangan Pembangunan Daerah dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah," kata Firdaus menambahkan.
Dikatakannya untuk mekanisme pembanguan ada empat tahab yang akan dipersiapkan pihaknya tahun ini.
"Untuk mekanisme tahapan pembangunan kita berharap kabupaten Inhil tahun ini menyiapkan analisis dampak lingkungan, yang kedua analisa dampak lintas danjuga pengapusan aset dikarenakan sudah banyak aset daerah yang masuk disana," ujarnya lagi.
Ia melanjutkan Pemkab Inhil juga mepersiapkan pendanaan dan pembangunan tempat transaksi sementara yang digunakan oleh pedagang sampai pembangunan padar terapung selesai. Sedangkan dari Disperindag Provinsi Riau akan mengkaji ulang melalui bantuan keuangan mengenai besaran anggaran yang akan dialokasikan dan berkoordinasi dengan konsultan.
"Pembangunan pasar terapung ini anggrannya sangat besar kita ingin budged sharing, dari Pemerintah Kabupaten Inhil, Pemprov Riau maupun Pemerintah Pusat, jadi adanya sinergitas pembangunan tersebut," katanya pula.
Pihaknya telah menyepakati terkait penghematan biaya yang tadinya pasar tersebut direncanakan tiga lantai dibangun bertahap satu lantai.
"Kalau pasar terapung tersebut jadi ini menjadi satu-satunya pasar terapung di Indonesia, pasar diatas air,"katanya.
Pembangunan ini,kata dia, berdasarkan laporan masyarakat setempat dan Disperindag Inhil karena telah robohnya pasar terapung yang sudah ada sebelumnya.
"Laporan dari Disperindag Inhil dan masyarakat, intinya kita carikan solusi supaya terbangun karena kita kawatir kalau pasar ini sudah tidak layak untuk dipakai ditakutkan roboh kembali beresiko bagi keselematan pedagang dan pembeli," ujarnya pula.(r12/ant)
Komentar Anda :