Bulog Beli 198 Ribu Kg Padi Petani Riau
Selasa, 26-04-2016 - 17:58:18 WIB
Riau12.com-PEKANBARU-Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau- Kepulauan Riau, menyatakan hingga kini sudah membeli panen petani di wilayah Riau sebanyak 198.030 kilogram.
"Total beras yang Bulog Riau-Kepri beli sampai dengan hari ini 198.030 kg," ucap Kabid Pelayanan Publik Bulog Divre Riau-Kepri Tommy Despalingga, Selasa (26/4/16).
Tommy Despalingga menerangkan saat ini ada beberapa wilayah di Riau sudah melakukan panen baik serentak maupun secara sendiri. Untuk itu tim pemantau harga beras dari Bulog sudah menyebar dan melakukan pembelian beras petani yang masih sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp7.300/kg. Sementara bagi wilayah yang harga berasnya masih bagus atau diatas HPP jelas tidak akan terserap oleh Bulog. Karena petani berhak menjual kepada yang mampu membeli panen dengan harga bagus.
"Saat ini wilayah yang sudah kami lakukan pembelian berasnya Kabupaten Siak. Rohil, Kuala Kampar dan Tembilahan," urainya.
Sementara wilayah lainnya yang belum menjadi jangkauan Bulog tetap akan dipantau. Ia bahkan berharap media memberikan informasi jika ada harga panen gabah petani anjlok. Sehingga Bulog bisa membeli semuanya dengan HPP yang sudah ditetapkan.
"Wilayah lain belum panen, mohon informasinya jika ada daerah yang panen," pintanya kepada awak media.
Intinya sambung Tommy Bulog akan selalu monitor daerah yang ada potensi panennya. Tujuan pembelian beras petani ini untuk menjaga agar harga panen tidak jatuh dan dipermainkan oleh tengkulak. Sehingga bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Diakui Tommy sejauh ini untuk wilayah Riau-Kepri memang harga panen petani selalu bagus dan baik. Selain produksi padi daerah ini tidaklah sebanyak sentra pertanian lainnya di Jawa. Karena itu sambungnya Bulog Riau-Kepri tidak memadang target serapan beras yang muluk-muluk. Ia menambahkan sesuai ketetapan Bulog pusat wilayah itu tahun ini ditargetkan bisa menyerap panen beras petani sebanyak 5.000 ton.
"Sama dengan target serapan tahun lalu 5.000 ton. Pokoknya kami siap menyerap baik komersil maupun PSO. Tetapi kami konsentrasikan dulu yang wajib," tutupnya mengakhiri.(r12/rt)
Komentar Anda :