Mei Mendatang, Tol Pekanbaru-Dumai Dimulai
Jumat, 01-04-2016 - 08:11:30 WIB
PEKANBARU,Riau12.com-Diawali dengan jalur jalan menuju pintu tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 1,8 km yang kini sedang dirampungkan Pemko Pekanbaru. Dengan estimasi waktu sementara, pintul tol bakal dikerjakan pada akhir April. Pada bulan Mei langsung dilakukan ground breaking oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Pengerjaan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km tetap dikerjakan, walau pelepasan ganti rugi lahan belum bisa dituntaskan secara menyeluruh pada triwulan pertama 2016 ini. Namun karena sudah ada komitmen antara pemerintah pusat dan daerah, maka pengerjaan langsung dimulai. Dengan trase jalan tol ruas Pekanbaru-Kandis-Dumai yang terus dimatangkan Pemprov Riau.
Keseriusan Pemprov Riau terlihat dengan permintaan langsung Plt Gubri H Arsyadjuliandi Rachman kepada Dirut PT Hutama Karya (HK) IGN Putra untuk mempercepat proses pengerjaannya.
"Melalui pengecekan di lapangan, yang dikhawatirkan jadi kendala diharapkan bisa selesai dengan ada jalan keluar. Baik jalan ke titik nol yang dikerjakan Pemko Pekanbaru. Termasuk beberapa persil masalah pembebasan," ujar Plt Gubri.
Rapat yang berlangsung hingga pukul 23.00 WIB tersebut juga dihadiri Asisten I Setdaprov Riau Masperi, Asisten II Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie, Kepala Dinas Bina Marga Syafril Tamun, Kepala Dishub Riau Rahmad Rahim, Kepala Biro Humas Darusman dan beberapa pejabat tinggi pratama lainnya.
Ditegaskan Plt Gubri, Pemprov Riau sangat berkomitmen ingin mewujudkan terealisasinya pembangunan trase jalan tol Pekanbaru-Dumai tersebut. Karenanya beberapa kali pertemuan dengan Menteri PUPR RI, Menteri LHK, Menko Polhukam, Meneg BUMN dan Presiden sekalipun, disampaikan dengan jelas bahwa Riau ingin memiliki jalan tol sebagai akses infrastruktur dalam percepatan pembangunan di daerah.
Tinjauan dilakukan Dirut PT HK IGN Putra bersama jajarannya Rabu (30/3) pagi, selaku BUMN yang ditunjuk pemerintah pusat untuk mengerjakan proyek strategis jalan tol di Sumatera. Melihat langsung kondisi akses jalan lingkar IV Kota Pekanbaru. Sebagai pintu masuk menuju titik nol pintu tol yang dimulai dari Pekanbaru.
Berlokasi di sekitar Palas, Rumbai. Pasca tinjauan Rabu pagi, diceritakan Plt Gubri berdasarkan laporan Asisten II Setdaprov Riau Masperi yang mendampingi pihak BUMN bersama Dinas PU Kota Pekanbaru. Di mana dari hasil kunjungan lapangan, Dirut PT HK sudah melihat existing kondisi saat ini.
"Jalan yang menghubungkan antara jalan negara hari ini Pekanbaru-Dumai, masuk 1.800 meter ke titik nol sedang dikerjakan pemko. Itu perlu peningkatan dan finalisasi pematangan lahan, untuk bisa dilalui kendaraan Presiden sebagai syarat ground breaking," sambungnya.
Setelah meninjau, dinilai sudah memenuhi standar tertentu sehingga oleh HK bersama Pemko ditetapkan sampai base B. Di mana disiapkan dengan ketebalan kekerasan tertentu, hingga membangun dua box culvert sehingga kecuramannya tidak terlalu dalam menuju pintu tol.
Plt Gubri mengharapkan dukungan penuh seluruh pihak terkait, terutama pemkab/pemko yang dilalui akses jalan tol sehingga bisa fungsional untuk memulai di pintu masuk. Kemudian setelah itu terang Plt Gubri akan dilanjutkan oleh HK untuk memulai.
"Jadi speknya (jalan 1,8 km menuju pintu tol, red) harus sama dengan tol. Mengenai pembahasan pembebasan lahan memang ada beberapa persil yang harus dinegosiasikan sesuai ketentuan yang ada. Ini sedang dilakukan," tuturnya.
Kemudian permasalahan kendala-kendala lain seperti pendanaan, dengan tegas Plt Gubri menyebut bahwa itu urusan pemerintah pusat yang menyelesaikan. Melalui Kementrian PUPR, Kementrian BUMN dan Kemenkeu. Pemprov Riau, lanjutnya akan menyuplai data sebagai komitmen merealisasikan terwujudnya pembangunan trase jalan tol tersebut. Demikian pula lanjutnya termasuk permintaan daerah, di mana HK dan BPN akan menyuplai informasi supaya bisa dibahas.
"Untuk ground breaking atau dimulainya pekerjaan tol setelah pintu masuk selesai. Jadi bisa mobil Presiden datang dan bisa masuk diharapkan. Karenanya Pemko diharapkan bisa percepat selama April ini," tambah Plt Gubri.
Terkait baru total 27 km lahan yang dibebaskan, pria yang akrab disapa Andi Rachman tersebut mengakui masih ada kendala. Misalnya masalah persil atau bidang tanah yang milik perorangan. Sementara persoalan HGU, itu akan lebih mudah menyelesaikannya karena berurusan dengan perusahaan. Di mana ketika setuju berapa harganya pemerintah akan langsung diganti.
"Ada beberapa persil dengan masyarakat, tentu perlu waktu. Sambil ini berjalan, lahan juga terus diselesaikan," sambungnya.
Estimasi terakhir lahan yang dibebaskan, berdasarkan data Pemprov Riau masih ada sekitar 103,9 km lagi yang harus dibebaskan. "Sebagian besar lahan yang belum dibebaskan adalah kawasan hutan. Terkait ini, Kementerian LHK dan Kementerian PUPR sudah bersepakat untuk menyelesaikan di pusat. Ini juga kami tunggu," ujar Andi.
Sementara itu Dirut PT HK IGN Putra masih enggan berkomentar banyak. Yang jelas secara singkat, dia memberikan sinyal siap mendukung Riau mewujudkan pembangunan jalan tol.
Selama dukungan penuh dan melihat keseriusan Pemprov Riau, dia juga optimis dalam mengerjakannya nanti.
"Kami tinjau dulu, nanti hasilnya akan dibahas bersama Menteri BUMN. Sehingga bisa dimulai dan bisa ground breaking," ujarnya.
Memang semula kedatangan Dirut PT HK, di mana Pemprov Riau berkeinginan agar ground breaking bisa dilakukan pada April pekan ketiga. Namun karena akan dilaporkan Menteri BUMN ke Presiden, maka berdasarkan kondisi terakhir hari ini, maka diperlukan waktu sekitar tiga pekan untuk perkerasan, dan satu pekan base-nya (kerikil).
"Diperlukanwaktu sampai pekan keempat April menyelesaikan jalan 1,8 km. Baru pekan pertama Mei, itu dijadwal sudah bisa dilakukan ground breaking. Ini kesepakatan bersama di lapangan," tambah Asisten II Setdaprov Riau Masperi.(r12/rp)
Komentar Anda :