PELALAWAN,Riau12.com-Kepala BPBPKD Kabupaten Pelalawan Drs. Hadi Penandio M.Si pada media ini, Kamis (31/3/2016) mengatakan sampai saat ini, ada 43 desa dari 118 desa/kelurahan yang berada di 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan masuk dalam peta Badan Penangguangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Daerah (BPBPKD) sebagai daerah rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan (Karlahut).
Menurutnya, ke 43 desa yang dinyatakan rawan karlahut itu sebagian besar berada di Kecamatan Teluk Meranti, Langgam dan Kecamatan Ukui.
"Kalau dikatakan rawan, semua daerah kita rawan karlahut, tapi untuk spesifiknya ada 43 desa yang masuk dalam peta rawan bencana kebakaran, dan bila diurutkan kecamatan yang paling banyak desanya masuk kategori rawan itu adalah kecamatan Teluk Meranti, Kecamatan Langgam dan Kecamatan Ukui, walaupun tiap kecamatan ada desa yang masuk dalam rawan karlahut," ujarnya.
Hadi mengatakan, untuk meminimalisir terjadinya karlahut di wilayah Kabupaten Pelalawan maka pihaknya terus melakukan berbagai upaya pencegahan dini secara maksimal, agar kejadian karlahut di tahun 2015 tidak terulang lagi.
"Namanya bencana tidak bisa diprediksi, tapi kita terus lakukan upaya pencegahan secara maksimal, seperti pemantau dan pengawasan api dengan melakukan patroli ke sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan itu," lanjutnya
Tak hanya itu, sambungnya, BPBPKD juga gencar melaksanakan sosialisasi berkelanjutan pada masyarakat untuk tidak membukan lahan dengan cara di bakar serta perbuatan perbuatan lain yang berpotensi menyulut api.
"Sosialisasi kepada masyarakat kita tingkatkan, agar masyarakat mengerti akan pentingnya pemahaman terhadap antisipasi, pencegahan, dan penanggulangan bencana kebakaran," tambahnya.
Koordinasi secara intens juga dilakukan bersama aparatur pemerintahan di setiap tingkatan, baik aparatur pemerintah di tingkat kecamatan, tingkat desa bahkan di tingkat RT/RW guna memberikan informasi dini kepada petugas BPBPKD tentang potensi terjadinya karlahut.
"Koordinasi dengan aparatur pemerintahan juga kita lakukan, sehingga fungsi pengawasan dan pemantauan berjalan dengan baik," bebernya.
Dukungan dari TNI dan Polri juga tidak kalah pentingnya dalam upaya BPBPKD dalam melakukan patroli bersama. "Pemantauan dan pengawasan juga kita lakukan bersama TNI Polri," tambahnya.(r12/hr)
Komentar Anda :