Hingga Maret Ini, Sudah 706 Hektar Lahan Riau Terbakar
Jumat, 18-03-2016 - 22:51:11 WIB
PEKANBARU,Riau12.com-Berdasarkan laporan yang diterima dari lima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Kota, seluas 706 hektar lahan dan hutan di Provinsi Riau terbakar pada tahun 2016 ini. Kelima Kabupaten/Kota itu diantaranya Bengkalis, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Siak, dan Dumai.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger kepada awak media seusai rapat siaga darurat kebakaran lahan dan Hutan (karlahut) di Posko Satgas Karlahut Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Jumat (18/3/2016)
"Berdasarkan laporan dari BPBD kabupaten/kota 706 hektar lahan terbakar yang terjadi ditahun 2016 sudah berhasil dipadamkan. Lahan yang terbakar adalah lahan HTI, open akses, dan lahan perkebunan," kata Edwar Sanger.
Edwar mengatakan kondisi lahan kebakaran yang terluas saat ini berada di kabupaten kepulauan Meranti.
"Alhamdulillah pada hari Rabu (16/3) kami sudah turun ke Kabupaten Kepulauan Meranti, titik hotspot di sana sudah dipadamkan oleh personil dari TNI Polri, Manggala Agni, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA),"ujarnya.
"D ilapangan kami juga sudah menghimbau kepada stakeholder terkait agar kejadian tidak terjadi lagi," ungkap Edwar Sanger saat menjawab pertanyaan para awak media.
Saat ditanyakan tentang bantuan helikopter yang akan diberikan pemerintah pusat (BNPB) Edwar Sanger menjelaskan, bantuan helikopter dari BNPB secepatnya akan segera datang saat ini masih dalam menunggu proses izin terbang dan izin keselamatan.
Rencananya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membantu 4 helikopter dengan daya angkut besar yaitu Super Puma dan MI17, helikopter bantuan pemerintah pusat ini akan standbay di Riau.
"Dengan adanya helikopter ini, kita akan mengoptimalkan semaksimal mungkin untuk mengatasi karlahut di Riau," kata Edwar Sanger.
Untuk pesawat Teknolgi Modifikasi Cuaca (TMC) Tim Satgas Darurat Karlahut Riau juga telah meminta kepada BNPB. "Saat ini prosesnya masih melakukan pertimbangan-pertimbangan karena untuk saat ini yang diprioritaskan adalah helikopter water bombing mengingat kondisi dilapangan saat ini sangat sulit ditempuh jalur darat," pungkasnya. (r12/fr)
Komentar Anda :