PEKANBARU,Riau12.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau meminta Pemerintah Kabupaten/Kota intens memantau wilayahnya yang rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan (Karlahut).
Hal ini diungkapkan Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger. Menurutnya, munculnya 19 hotspot terpantau di Sumatera, Riau harus waspada, agar bencana kabut asap tahun lalu tidak terulang.
" Kita terus berkoordinasi dan sudah meminta Kabupaten dan Kota menjaga serta memantau wilayahnya yang rawan terjadi kebakaran lahan," ujar Edwar.
Edwar menjelaskan, dalam beberapa hari belakangan memang hotspot bermunculan di Riau. Seperti kemarin, pihaknya melakukan penanggulangan kebakaran lahan di Bengkalis.
"Kemarin kami melakukan pemadaman di Bengkalis. Tapi apinya masih kecil, dan areanya sudah kita padamkan," cetusnya
Diberitakan sebelumnya, titik panas atau hotspot kembali meningkat di Pulau Sumatera, termasuk Riau. Rabu (24/2/2016) 19 hotspot terpantau, 2 titik berada di Riau
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin mengatakan, munculnya hotspot ini disebabkan peningkatan suhu di beberapa daerah di Sumatera.
" Dari pantauan pencitraan satelit Terra dan Aqua, terdapat 19 hotspot berada di Sumatera pagi ini. 11 titik ada di Aceh, 6 titik di Sumut dan 2 titik di Riau " ujarnya.
Untuk wilayah Riau sendiri sambungnya, hotspot terdapat di Pelalawan dan Bengkalis. " Bengkalis 1 titik dan pelalawan 1 titik," tegasnya.
Sementara untuk jarak pandang di sejumlah Kota masih cukup normal. Seperti visibility Pekanbaru mencapai 4 KM, Rengat 5 KM, Dumai 8 KM dan Pelalawan 5 KM (Udara Kabur)
Angin secara umum dari arah Utara hingga Timur dengan kecepatan 05 - 15 knots (09 - 27 km/jam).
"Pada umumnya cuaca di wilayah Riau Cerah hingga Berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan tidak merata yang dapat disertai dengan petir dan angin kencang terjadi di wilayah Riau bagian barat, utara, timur, dan selatan pada siang atau sore dan malam hari," tambahnya.(r12/hr)
Komentar Anda :