PASIR PANGARAIAN,Riau12.com-Selain putuskan akses jalan lintas Provinsi (Jalinprop) Riau sepanjang 15 km, Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam yang hubungkan Duri Kabupaten Bengkalis sejak sepekan ini, kini banjir di Bonai Darussalam sudah mulai surut.
Bukan hanya putuskan akses Jalinprov saja, banjir juga membuat sejumlah warga Bonai Darussalam was-was, karena sejak banjir besar datang, warga mulai dihantui kemunculan sejumlah buaya, di badan jalan yang digenangi air banjir.
"Beberapa warga melihat langsung, beberapa ekor buaya dari ukuran kecil hingga sedang dengan berbagai jenis, muncul di kawasan banjir. Warga kini was-was bukan saja karena banjir kian meluas, namun muculnya buaya juga jadi ancaman bagi kami," terang Iyan, warga Desa Sontang, Minggu (14/2/2016).
Banjir yang sempat genangi pemukiman penduduk dan Jalinprov, juga sempat genangi rumah warga di Desa Persiapan Titian Gading, Desa Sontan, Bonai serta desa lainnya. Itu akibat pihak perusahaan seperti PT SGI, SSP dan PT Graha milik DH, bangun benteng tinggi di areal perusahaan mereka.
Dari data Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Rohul, berdasarkan data kecamatan, korban banjir di Bonai Darussalam 2633 Kepala Keluarga (KK) dengan 8526 jiwa.
Diakui Kepala pelaksanaan Harian (Kalakhar) BPBD Rohul, Aceng Herdiana Minggu siang, daerah yang sempat terencam banjir, di Tanjung Pauh 63 KK atau 310 jiwa, Kasang Mungkal 276 KK dan 828 jiwa, Kasang Padang 229 KK dan 687 jiwa. Kemudian Desa Bonai 733 KK dan 219 jiwa, Teluk Sono 326 KK dan 1304 jiwa, lalu Desa Sontang 1069 KK dan 3207 jiwa.
Aceng menyatakan, ada 4 tenda yang disiapkan untuk menampung warga korban banjir. Sementara, untuk bantuan sembako diakui Aceng baru bantuan sembako dari Bank Indonesia (BI) yang disalurkan,
"Pihak BI langsung mengantarnya ke warga korban banjir di Bonai Darussakam, dan bantuan Disosnakertrans Rohul belum disalurkan. Kini personel BPBD Rohul sudah balik ke Pasir Pangaraian, setelah sepekan mereka bertugas di dearahb banjir," kata Aceng.(r12/hr)
Komentar Anda :