www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Pemerintah Riau Lamban, Warganya Meninggal Dunia Akibat DBD, Kemana Mereka?
Sabtu, 06-02-2016 - 17:16:49 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU,Riau12.com-Jumlah penderita dan korban jiwa akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) terus berjatuhan di Provinsi Riau. 

Bahkan, Kamis lalu, Aulia, bocah 5 tahun yang merupakan putri dari pasangan Teti dan Rahmat warga Jalan Paus Gang Al Azhar RT 05 RW 07, Kelurahan Tengkerang Barat Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru meninggal dunia akibat DBD ini.

Kondisi ini memancing reaksi dari anggota DPRD Riau, Ade Hartati. Ia menilai, Pemda lamban dalam mengantisipasi kembali jatuhnya korban akibat DBD.

"Saya secara pribadi turut berduka cita atas meninggalanya Aulia, saya sudah jauh-jauh hari mengingatkan bagaimana pemerintah Provinsi sesuai kewenangannya untuk mengatasi penyebaran penyakit DBD ini,namun saya lihat setiap tahunnya hal ini tidak ada perubahan,"ujar anggota Komisi E, Ade Hartati Rahmat.

Hal tersebut menurutnya tidak boleh dibiarkan. Pemerintah Provinsi Riau, meskipun sifatnya hanya berupa suporting, menurut Ade harus lebih maksimal dan mendorong jajaran untuk segera melakukan evaluasi sebelum muncul korban-korban baru.

" Ada korban setiap tahun artinya tidak ada perbaikan, sehingga semuanya harus dievaluasi baik kabupaten, kota maupun Provinsi. Apakah mereka kurang kordinasi atau bagaimana. saya mengharap Pemrov jangan sebagai suporting saja ,suporting itu lebih kuat jika dlikakukan secara maksimal dengan melakukan kordinasi intensif ke setiap kabupaten kota dan membrikan bantuan yang optimal," tegas Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional ini.

Dirinya juga berharap Pemerintah Kabupaten kota juga jangan lalai terhadap penyakit tersebut, dan segera melakukan kordinas yang intensif ke pemerintah Provinsi dan tidak mengedepankan ego sektoral tanpa melibatkan Pemerintah Provinsi.

" Kita juga berharap kabupten kota tidak sungkan-sungkan meminta bantuan dan jangan memntingkan ego sektoral sehingga tidak berkordinasi dengan provinsi sehingga yang menjadikorban adalah masyarakat," pinta mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru ini.

Sebagai data tambahan Penderita DBD di Kota Pekanbaru terus bertambah terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Kota Pekanbaru selama periode Januari 2016, tercatat sudah ada 131 pasien DBD.(r12/hr)



 
Berita Lainnya :
  • Pemerintah Riau Lamban, Warganya Meninggal Dunia Akibat DBD, Kemana Mereka?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved