Pemerintah Riau Lamban, Warganya Meninggal Dunia Akibat DBD, Kemana Mereka?
Sabtu, 06-02-2016 - 17:16:49 WIB
PEKANBARU,Riau12.com-Jumlah penderita dan korban jiwa akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) terus berjatuhan di Provinsi Riau.
Bahkan, Kamis lalu, Aulia, bocah 5 tahun yang merupakan putri dari pasangan Teti dan Rahmat warga Jalan Paus Gang Al Azhar RT 05 RW 07, Kelurahan Tengkerang Barat Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru meninggal dunia akibat DBD ini.
Kondisi ini memancing reaksi dari anggota DPRD Riau, Ade Hartati. Ia menilai, Pemda lamban dalam mengantisipasi kembali jatuhnya korban akibat DBD.
"Saya secara pribadi turut berduka cita atas meninggalanya Aulia, saya sudah jauh-jauh hari mengingatkan bagaimana pemerintah Provinsi sesuai kewenangannya untuk mengatasi penyebaran penyakit DBD ini,namun saya lihat setiap tahunnya hal ini tidak ada perubahan,"ujar anggota Komisi E, Ade Hartati Rahmat.
Hal tersebut menurutnya tidak boleh dibiarkan. Pemerintah Provinsi Riau, meskipun sifatnya hanya berupa suporting, menurut Ade harus lebih maksimal dan mendorong jajaran untuk segera melakukan evaluasi sebelum muncul korban-korban baru.
" Ada korban setiap tahun artinya tidak ada perbaikan, sehingga semuanya harus dievaluasi baik kabupaten, kota maupun Provinsi. Apakah mereka kurang kordinasi atau bagaimana. saya mengharap Pemrov jangan sebagai suporting saja ,suporting itu lebih kuat jika dlikakukan secara maksimal dengan melakukan kordinasi intensif ke setiap kabupaten kota dan membrikan bantuan yang optimal," tegas Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional ini.
Dirinya juga berharap Pemerintah Kabupaten kota juga jangan lalai terhadap penyakit tersebut, dan segera melakukan kordinas yang intensif ke pemerintah Provinsi dan tidak mengedepankan ego sektoral tanpa melibatkan Pemerintah Provinsi.
" Kita juga berharap kabupten kota tidak sungkan-sungkan meminta bantuan dan jangan memntingkan ego sektoral sehingga tidak berkordinasi dengan provinsi sehingga yang menjadikorban adalah masyarakat," pinta mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru ini.
Sebagai data tambahan Penderita DBD di Kota Pekanbaru terus bertambah terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Kota Pekanbaru selama periode Januari 2016, tercatat sudah ada 131 pasien DBD.(r12/hr)
Komentar Anda :