www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
APBD Riau 2026 Rp8,32 Triliun Masuk Evaluasi Kemendagri, Pemprov Pastikan Program Awal Tahun Lancar
Senin, 08-12-2025 - 09:02:03 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2026 sebesar Rp8,321 triliun resmi memasuki tahap evaluasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setelah disetujui DPRD Riau dalam Rapat Paripurna pada Sabtu, 29 November 2025.

Tiga hari setelah pengesahan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau langsung mengirimkan draf APBD tersebut ke Kemendagri. Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, memastikan bahwa dokumen telah diterima dan kini menunggu proses penelaahan lanjutan dari pemerintah pusat.

Syahrial menegaskan pentingnya percepatan pengiriman dokumen agar seluruh tahapan pembahasan tidak mengalami keterlambatan. Menurutnya, koordinasi cepat menjadi kunci untuk menjaga ritme penyusunan anggaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami menunggu penetapan jadwal evaluasi dari Kemendagri. Sesuai aturan, mereka memiliki waktu maksimal 14 hari kerja sejak dokumen diterima untuk melakukan evaluasi,” ujar Syahrial di Pekanbaru.

Pemprov Riau berharap jadwal evaluasi segera dikeluarkan, sehingga proses pengesahan final bisa dilakukan tanpa hambatan. Pengesahan akhir ini menjadi penentu agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat mulai mengeksekusi kegiatan pada awal tahun anggaran.

Syahrial mengingatkan bahwa beberapa program membutuhkan persiapan lebih cepat, terutama kegiatan yang harus berjalan tanpa jeda di awal tahun. Ia mencontohkan kebutuhan lelang dini untuk berbagai proyek serta layanan publik yang tidak boleh terhenti, seperti penyediaan makan dan minum di rumah sakit serta operasional sekolah berasrama.

“Januari itu harus start. Karena itu, evaluasi ini penting supaya tidak ada hambatan di awal tahun,” tegasnya.

Dengan masuknya APBD Riau 2026 ke tahap evaluasi pusat, Pemprov optimistis seluruh proses dapat rampung tepat waktu sehingga pembangunan dan layanan publik dapat segera berjalan efektif pada awal 2026.

 

 




 
Berita Lainnya :
  • APBD Riau 2026 Rp8,32 Triliun Masuk Evaluasi Kemendagri, Pemprov Pastikan Program Awal Tahun Lancar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved