www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Kunker Komisi I DPR RI di Pekanbaru: 382 Desa di Riau Masih Blankspot, Komdigi Diminta Bertindak Cepat
Kamis, 20-11-2025 - 07:28:24 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, meminta Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) memberikan perhatian serius terhadap persoalan blankspot sinyal yang masih terjadi di Provinsi Riau. Hal tersebut ia sampaikan saat kunjungan kerja Komisi I bersama Kementerian Komdigi di SDN 195 Pekanbaru.
Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau program wifi sekolah yang dikelola Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Komdigi. Hadir dalam kegiatan tersebut Inspektur Jenderal Komdigi, Direktur Utama Bakti Komdigi, Kepala Dinas Pendidikan Riau, serta Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengapresiasi bantuan layanan internet tersebut.
“Alhamdulillah, Pekanbaru mendapat 30 sekolah bantuan wifi gratis. Kami berharap wilayah pinggiran juga dibantu pembangunan tower agar kualitas internet semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Irjen Komdigi Arif Tri Hadiyanto menjelaskan bahwa program wifi sekolah merupakan upaya memperluas jaringan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terisolir (3T).
 “Kita sudah menggunakan satelit milik Komdigi sendiri untuk efisiensi. Aset yang dibangun harus benar-benar dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.
Ketua tim kunjungan kerja, Syahrul Aidi, menegaskan bahwa Komisi I DPR RI terus mengawasi implementasi program telekomunikasi agar benar-benar dirasakan publik. Ia menyebut terdapat 18.000 titik layanan nasional yang meliputi sekolah, puskesmas, dan kantor desa.
Namun, ia menyoroti masih banyaknya wilayah di Riau yang belum terlayani jaringan telekomunikasi memadai.
“Dari 2.138 desa/kelurahan di Riau, masih ada 382 yang jaringan telekomunikasinya lemah atau bahkan tidak ada, sekitar 17,86 persen. Sebagai perwakilan masyarakat Riau, saya berharap persoalan ini segera teratasi,” tegasnya.
Syahrul Aidi meminta pemerintah daerah segera mengusulkan wilayah-wilayah blankspot kepada Kementerian Komdigi agar percepatan pembangunan jaringan dapat dilakukan. Ia menilai pemerataan akses komunikasi menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung pendidikan, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

 




 
Berita Lainnya :
  • Kunker Komisi I DPR RI di Pekanbaru: 382 Desa di Riau Masih Blankspot, Komdigi Diminta Bertindak Cepat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved