www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Irigasi Rusak hingga Bantuan Tak Terealisasi, DPRD Riau Akan Evaluasi Total Dinas Pertanian
Rabu, 19-11-2025 - 14:39:28 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Komisi II DPRD Riau menegaskan akan mengevaluasi kinerja Dinas Pertanian Provinsi Riau menyusul tingginya inflasi daerah yang dipicu oleh harga beras dan cabai. Meski pertumbuhan ekonomi Riau tercatat mencapai 4,92 persen, lonjakan harga dua komoditas tersebut dinilai telah memberi tekanan serius terhadap stabilitas ekonomi masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat, mengatakan bahwa pemerintah sebenarnya telah mengalokasikan anggaran dalam APBD Murni 2025 untuk pengembangan 200 hektare lahan cabai. Namun program tersebut tidak terlaksana akibat defisit anggaran yang terjadi pada tahun berjalan.

“Cabai kemarin pada APBD Murni 2025 ada anggarannya 200 hektare untuk Riau, tapi lagi-lagi kita defisit, tidak terlaksana,” ujar Adam.

Kondisi ini membuat Riau masih sangat bergantung pada pasokan cabai dari daerah lain, terutama Sumatera Barat. Adam menyebut hal tersebut menunjukkan menurunnya kinerja Dinas Pertanian karena program yang direncanakan tidak memberikan dampak nyata di lapangan.

“Kita lihat programnya ada, tapi di lapangan tidak terlihat hasilnya,” tambah Adam.

Ia juga menyoroti lemahnya pendampingan kepada petani sehingga komoditas hortikultura dan sayur-mayur tidak berkembang optimal. Selain itu, bantuan pertanian yang seharusnya diterima kelompok tani disebut tidak pernah terealisasi, meski berbagai usulan telah disampaikan kepada DPRD.

Persoalan beras turut menjadi penyumbang inflasi. Adam menjelaskan bahwa sejumlah petani gagal panen akibat irigasi yang tidak berfungsi maksimal, terutama saat musim kemarau. Ia mencontohkan situasi di Rokan Hulu, di mana beberapa bendungan mengalami pendangkalan sehingga air tidak tersalurkan dengan baik ke area persawahan.

Bahkan, menurutnya, ada bendungan yang berubah fungsi menjadi tempat wisata dan lokasi penumpukan sampah, sehingga menghambat suplai air dan memperparah kondisi pertanian padi di daerah tersebut.

Dengan berbagai persoalan tersebut, Komisi II memastikan akan meminta penjelasan Dinas Pertanian dan melakukan evaluasi menyeluruh agar program ketahanan pangan di Riau dapat berjalan lebih efektif dan mampu menekan laju inflasi.

 

 




 
Berita Lainnya :
  • Irigasi Rusak hingga Bantuan Tak Terealisasi, DPRD Riau Akan Evaluasi Total Dinas Pertanian
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved