Riau "Ngutang" Rp6,5 Triliun Realisasi Investasi
Jumat, 18-12-2015 - 10:20:25 WIB
PEKANBARU,Riau12.com-Masih ada sisa "hutang" Rp6,5 triliun lagi yang harus dikejar dari target Rp18,5 triliun yang ditetapkan pusat.
Meski pun begitu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau masih optimis bisa mengejar kekurangan realisasi investasi tersebut.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPB) Provinsi Riau, Ismaili Fauzi, mengatakan, untuk data keseluruhan 2015 ini, laporannya baru sekitar Januari 2016.
"Dari laporan, sektor usaha yang paling diminati oleh pebisnis di Riau masih dipegang sektor perkebunan," kata Ismaili.
Lambannya realisasi investasi di Provinsi Riau disebabkan beberapa faktor. Diantaranya terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Riau selama beberapa bulan, ditambah kabut asap tebal yang menyelimuti juga hampir dua bulan.
"Dari sektor yang diminati itu, memang ada juga kendala yang ikut memberikan dampak pada pelemahan investasi di Riau seperti anjloknya harga sawit di pasar global," ujar Ismaili.
Dirinya menambahkan, kendala lain yang dihadapi pemprov saat akan menerbitkan izin usaha atau bisnis yaitu belum rampungnya rencana tata ruang dan wilayah setempat.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, minat pengusaha yang ingin menanamkan modalnya ke Riau tidak surut.
"Minat investor tetap tinggi ke sini, cuma kendala yang belum selesai saat ini salah satunya soal RTRW yang belum juga rampung dibahas," tandasnya.(r12/hr)
Komentar Anda :