www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
APBD Riau 2026 Mulai Dibahas, Pendapatan Turun Jadi Rp8,2 Triliun Imbas Pengurangan TKD
Rabu, 19-11-2025 - 09:09:06 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – DPRD Riau resmi memulai rangkaian pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2026. Wakil Ketua DPRD Riau, Ahmad Tarmidzi, menyampaikan bahwa dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026 telah mulai dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Proses pembahasan APBD ini akan berlangsung hingga disepakatinya nota kesepahaman dan kemudian ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

"Sudah mulai dibahas rancangan belanja, ini akan terus berlanjut nanti. Semoga dalam tiga atau empat hari lagi sudah penandatanganan nota kesepakatan," ujar Ahmad Tarmidzi, Selasa (18/11/2025).

Ia mengatakan sejauh ini pembahasan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun ia menegaskan bahwa optimalisasi pendapatan dan penyesuaian belanja sesuai mandat pemerintah pusat menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Menurutnya, dalam penyusunan APBD 2026 terdapat penurunan signifikan pada pendapatan daerah akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Data sementara menunjukkan adanya pengurangan sekitar Rp1,2 triliun lebih.

Hal ini menyebabkan proyeksi pendapatan daerah yang sebelumnya berkisar Rp9,4 triliun kini turun menjadi sekitar Rp8,2 triliun. Penurunan tersebut berdampak langsung pada total kisaran APBD Riau 2026 yang juga berkurang dari tahun sebelumnya.

"Berkurangnya TKD dari pusat, dari angka Rp9,4 triliun turun menjadi Rp8,2 triliun. Jadi harus lebih efisien lagi terkait pendapatan dan belanja daerah," jelasnya.

DPRD Riau dan pemerintah provinsi masih terus melakukan penajaman terhadap berbagai pos belanja prioritas untuk memastikan APBD 2026 tetap efektif dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik, meski dalam kondisi fiskal yang menurun.

 

 




 
Berita Lainnya :
  • APBD Riau 2026 Mulai Dibahas, Pendapatan Turun Jadi Rp8,2 Triliun Imbas Pengurangan TKD
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved