www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Presma Unri Kritik Penganugerahan Gelar Pahlawan untuk Soeharto: “Luka Lama Belum Sembuh, Pemerintah Gagal Menilai Sejarah"
Selasa, 11-11-2025 - 08:40:40 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Penetapan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 2025 menuai kritik tajam dari kalangan mahasiswa Universitas Riau (Unri).

Presiden Mahasiswa Unri, Ego Prayogo, menilai keputusan pemerintah tersebut mencerminkan kegagalan bangsa dalam memahami sejarah dan penderitaan rakyat di masa Orde Baru.

Ego menyebut pemberian gelar itu berpotensi melukai ingatan kolektif korban rezim Soeharto, mengingat masih banyak pelanggaran HAM dan kasus penghilangan aktivis yang belum tuntas.

 “Pengusulan nama Soeharto sudah tiga kali gagal. Tapi kini, saat anak dan menantunya punya posisi besar di negeri ini, tiba-tiba disetujui dengan alasan tahapan selesai,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Ia juga mengingatkan bahwa banyak sejarawan menolak pengangkatan tersebut, karena dapat mengaburkan nilai-nilai sejarah dan membingungkan generasi muda.

“Para guru, dosen, dan mahasiswa akan kesulitan menjelaskan ulang sejarah yang selama ini dikaji secara kritis terhadap rezim Orde Baru,” katanya.

Ego menegaskan bahwa mahasiswa bukan menolak tanpa dasar, melainkan berdasarkan fakta dan bukti sejarah yang menunjukkan Soeharto belum layak disebut pahlawan negara.

Ia pun menyerukan agar pemerintah tidak gegabah membuat keputusan politik yang justru membuka luka lama di tengah masyarakat.

“Masih banyak persoalan penting yang harus diselesaikan, daripada sibuk mengangkat Soeharto jadi pahlawan. Kawan-kawan kami masih ada di balik jeruji besi karena memperjuangkan kebenaran,” tegasnya.

 

 




 
Berita Lainnya :
  • Presma Unri Kritik Penganugerahan Gelar Pahlawan untuk Soeharto: “Luka Lama Belum Sembuh, Pemerintah Gagal Menilai Sejarah"
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved