Presma Unri Kritik Penganugerahan Gelar Pahlawan untuk Soeharto: “Luka Lama Belum Sembuh, Pemerintah Gagal Menilai Sejarah"
Selasa, 11-11-2025 - 08:40:40 WIB
Riau12.com-PEKANBARU – Penetapan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 2025 menuai kritik tajam dari kalangan mahasiswa Universitas Riau (Unri).
Presiden Mahasiswa Unri, Ego Prayogo, menilai keputusan pemerintah tersebut mencerminkan kegagalan bangsa dalam memahami sejarah dan penderitaan rakyat di masa Orde Baru.
Ego menyebut pemberian gelar itu berpotensi melukai ingatan kolektif korban rezim Soeharto, mengingat masih banyak pelanggaran HAM dan kasus penghilangan aktivis yang belum tuntas.
“Pengusulan nama Soeharto sudah tiga kali gagal. Tapi kini, saat anak dan menantunya punya posisi besar di negeri ini, tiba-tiba disetujui dengan alasan tahapan selesai,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa banyak sejarawan menolak pengangkatan tersebut, karena dapat mengaburkan nilai-nilai sejarah dan membingungkan generasi muda.
“Para guru, dosen, dan mahasiswa akan kesulitan menjelaskan ulang sejarah yang selama ini dikaji secara kritis terhadap rezim Orde Baru,” katanya.
Ego menegaskan bahwa mahasiswa bukan menolak tanpa dasar, melainkan berdasarkan fakta dan bukti sejarah yang menunjukkan Soeharto belum layak disebut pahlawan negara.
Ia pun menyerukan agar pemerintah tidak gegabah membuat keputusan politik yang justru membuka luka lama di tengah masyarakat.
“Masih banyak persoalan penting yang harus diselesaikan, daripada sibuk mengangkat Soeharto jadi pahlawan. Kawan-kawan kami masih ada di balik jeruji besi karena memperjuangkan kebenaran,” tegasnya.
Komentar Anda :