DPR dan Kemenag Sepakati Sebaran Kuota Haji 2026: Masa Tunggu Disamaratakan Jadi 26 Tahun, Riau Mendapat 4.682 Jemaah
Riau12.com-PEKANBARU – Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 221.000 jemaah untuk penyelenggaraan ibadah haji 2026. Tahun ini menjadi momen pertama penerapan penyamarataan masa tunggu keberangkatan haji menjadi 26 tahun, yang bertujuan menciptakan keadilan bagi seluruh calon jemaah di berbagai provinsi.
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menjelaskan bahwa dari total kuota, 92 persen atau 203.320 jemaah dialokasikan untuk haji reguler, sedangkan 8 persen atau 17.680 jemaah merupakan haji khusus. Kuota reguler kemudian dibagi untuk pembimbing KBIHU sebanyak 685 orang dan Petugas Haji Daerah (PHD) 1.050 orang, sehingga reguler murni mencapai 201.585 jemaah.
“Penyamarataan masa tunggu haji diterapkan di seluruh provinsi menjadi 26 tahun, sehingga seluruh calon jemaah memiliki kesempatan yang adil untuk berangkat,†ujar Marwan Dasopang saat rapat kerja bersama Kementerian Haji dan Umrah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2025).
Sebelumnya, masa tunggu keberangkatan haji berbeda-beda di setiap provinsi, mulai dari 15 tahun hingga 40 tahun. Dengan penerapan penyamarataan ini, kuota per provinsi mengalami penyesuaian.
Berikut sebaran kuota haji 2026 berdasarkan data Komisi VIII DPR RI:
* Riau: 4.682 jemaah
* Sumatera Barat: 3.928 jemaah
* Sumatera Utara: 5.913 jemaah
* Aceh: 5.426 jemaah
* Jambi: 3.276 jemaah
* Sumatera Selatan: 5.895 jemaah
* Bengkulu: 1.354 jemaah
* Lampung: 5.827 jemaah
* DKI Jakarta: 7.819 jemaah
* Jawa Barat: 29.643 jemaah
* Jawa Tengah: 34.122 jemaah
* DI Yogyakarta: 3.748 jemaah
* Jawa Timur: 42.409 jemaah
* Bali: 698 jemaah
* NTB: 5.798 jemaah
* NTT: 516 jemaah
* Kalimantan Barat: 1.855 jemaah
* Kalimantan Tengah: 1.559 jemaah
* Kalimantan Selatan: 5.187 jemaah
* Kalimantan Timur: 3.189 jemaah
* Sulawesi Utara: 402 jemaah
* Sulawesi Tengah: 1.753 jemaah
* Sulawesi Selatan: 9.670 jemaah
* Sulawesi Tenggara: 2.063 jemaah
* Maluku: 587 jemaah
* Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan: 933 jemaah
* Bangka Belitung: 1.077 jemaah
* Banten: 9.124 jemaah
* Gorontalo: 608 jemaah
* Maluku Utara: 785 jemaah
* Kepulauan Riau: 1.085 jemaah
* Sulawesi Barat: 1.450 jemaah
* Papua Barat dan Papua Barat Daya: 447 jemaah
* Kalimantan Utara: 489 jemaah
Marwan menambahkan, penyamarataan masa tunggu ini juga akan mempermudah pemerintah dalam perencanaan dan pengawasan keberangkatan jemaah haji, sekaligus menjaga aspek keadilan antarprovinsi.
Dengan kuota yang telah disetujui, pemerintah diharapkan dapat mempersiapkan seluruh calon jemaah haji Indonesia secara lebih optimal, mulai dari pembimbingan, pelayanan kesehatan, hingga kelancaran transportasi selama pelaksanaan ibadah haji 2026.
Komentar Anda :