www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Penyaluran KUR di Riau Hingga September 2025 Capai Rp7,23 Triliun, Kampar Paling Dominan
Selasa, 28-10-2025 - 14:11:04 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Pekanbaru – Hingga September 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Riau tercatat sebesar Rp7,23 triliun, yang disalurkan kepada 85.857 debitur. Meski demikian, terjadi kontraksi penyaluran sebesar 6,52 persen dan kontraksi jumlah debitur sebesar 7,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Riau, Heni Kartikawati, menyampaikan bahwa rata-rata penyaluran KUR per debitur mencapai Rp84,20 juta. “Kinerja penyaluran KUR sampai dengan September mencapai 72,46 persen dari plafon KUR tahun 2025 untuk Provinsi Riau, dengan realisasi debitur 78,28 persen dari target,” ungkapnya dalam kegiatan rilis data belum lama ini.

Heni menjelaskan, penyaluran KUR tertinggi dan jumlah debitur terbanyak berada di Kabupaten Kampar. Dari sisi penyalur, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendominasi dengan menyalurkan Rp4,70 triliun kepada 69.437 debitur atau 65,08 persen dari total realisasi KUR di Riau.

Selain KUR, penyaluran Kredit Ultra Mikro (UMi) juga tercatat. Sampai dengan September 2025, realisasinya mencapai Rp207,44 miliar kepada 33.302 debitur. Kontraksi penyaluran tercatat sebesar 2,77 persen, sementara kontraksi debitur sebesar 10,19 persen secara year on year. Rata-rata penyaluran UMi per debitur sebesar Rp6,23 juta, dengan kinerja penyaluran 85,30 persen dari target dan realisasi debitur mencapai 72,39 persen.

Menurut Heni, kontraksi penyaluran KUR dan UMi terjadi karena literasi dan akses masyarakat terkait kedua program tersebut belum maksimal. “Literasi dan aksesnya belum menjangkau masyarakat yang akan menggunakan KUR dan UMi. Ini membuat mereka berpikir aksesnya tidak gampang, harus melengkapi dokumen, termasuk isu perbankan yang mengetatkan analisanya,” jelas Heni.

Ia berharap pemerintah dan perbankan dapat meningkatkan sosialisasi terkait penyaluran KUR dan UMi serta persyaratan administrasi, sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan kredit produktif ini. “Dengan literasi yang lebih baik, lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari KUR dan UMi,” pungkasnya.




 
Berita Lainnya :
  • Penyaluran KUR di Riau Hingga September 2025 Capai Rp7,23 Triliun, Kampar Paling Dominan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved